Sekitar 100 lebih karya seni kaligrafi karya pelajar SMP dan Tsnawiyah Nurul Amal Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (13/12), dipamerkan kepada masyarakat di RPTRA Mustika Kramat Jati.
Ada 100 lebih kaligrafi karya pelajar Yayasan Nurul Amal dipamerkan
Pameran yang mengusung tema “Merawat Warisan Seni Islam dalam Bingkai Lukisan Kaligrafi”, dibuka Asisten Kesra Kota Jakarta Timur, Ahmad Salahudin dan dihadiri Camat Kramat Jati, Rudy Syahrul, Lurah Kramat Jati, Karman, Sekretaris Umum LPTQ DKI , Afifudin, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Ahmad Salahudin berpesan, agar Yayasan Nurul Amal yang menginisiasi kegiatan ini untuk terus meningkatkan inovasi dalam pembinaan kaligrafi kepada siswa-siswinya.
100 Personel Gabungan Gerebek Lumpur di Kali Ciliwung
“Dari kaligrafi ini ada dua hal yang didapat siswa. Yakni dari goresan kaligrafi dalam bentuk ayat-ayat suci Al-Qur’an dapat memberikan pahala. Kedua, melatih kemampuan kepekaan mencintai rasa keindahan,” papar Salahudin.
Menurutnya, membuat karya seni kaligrafi bukan hal yang mudah. Perlu diawali dengan niat yang baik, fokus, kontinu dan komitmen yang tinggi agar hasilnya lebih maksimal.
Pengajar Kaligrafi Yayasan Nurul Amal Kramat Jati, Zainal Abidin menjelaskan, karya kaligrafi yang dipamerkan ini bervariasi ukuran dan jenisnya. Ada yang berukuran 70 x 50 sentimeter dan 35 x 45 sentimeter. Ada karya kaligrafi kontemporer yang dibuat di atas kain kanvas serta kaligrafi dekorasi menggunakan papan, serta kaligrafi mushaf menggunakan bahan kertas manila.
“Setiap ujian sekolah, kami wajibkan mereka untuk membuat kaligrafi dengan berbagai ukuran. Di sekolah ini, kaligrafi menjadi kegiatan ekskul wajib,” kata Zaenal.
Menurut Zaenal, pihaknya sering mengikuti lomba kaligrafi saat pelaksanaan MTQ dan STQ tingkat provinsi. Saat MTQ ke-18 tingkat provinsi DKI Jakarta, pada November
2019 lalu, Yayasan Nurul Amal berhasil meraih juara pertama. Sedangkan pada MTQ ke-19, 2021 kemarin, mendapat juara tiga.Sementara, Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) DKI , Afifudin menilai, kaligrafi karya para pelajar Nurul Amal sangat luar biasa. Lumrah, jika mereka kerap meraih prestasi di tingkat provinsi.
“Yayasan Nurul Amal binaan Pemprov DKI melalui LPTQ DKI, dapat mengisi hampir semua lomba kaligrafi dan selalu ada yang jadi juara,” tandasnya.