Wartajakarta.id – Tiongkok kembali menghadapi lonjakan kasus Covid-19 setelah pembatasan kebijakan Nol-Covid dicabut. Sejumlah video di media sosial viral menggambarkan bagaimana jenazah menumpuk di rumah sakit.
Ada pula antrean jenazah di krematorium. Video itu seolah menunjukkan klaim para ahli medis bahwa kematian akibat Covid-19 kemungkinan besar dapat meroket.
Seorang ahli epidemiologi Eric Feigl-Ding mengatakan kematian akibat Covid di Tiongkok kemungkinan besar bisa mencapai jutaan jiwa. Pengguna media sosial telah membagikan video yang diklaim bahwa rumah sakit di Tiongkok kewalahan karena meningkatnya infeksi Covid-19.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah, pekerja di kamar jenazah mengatakan mereka harus melakukan shift ekstra untuk menangani lonjakan kematian akibat Covid-19.
Nakes Kewalahan
Di garis depan “pertempuran”, staf medis di rumah sakit menanggung beban. Semakin banyak dokter dan perawat yang tertular virus Covid-19 seperti dilansir dari India Today, Rabu (21/12).
Sejumlah nakes mem-posting di media sosial bahwa beberapa dari mereka telah diminta untuk tetap bekerja meski dinyatakan positif Covid-19. Rumah sakit kebanjiran pasien, apotek kehabisan obat-obatan, dan jalan-jalan menjadi sangat sepi karena penduduk tinggal di rumah.
Selama seminggu terakhir, kota-kota besar termasuk Beijing, Shanghai, Chengdu, dan Wenzhou mengumumkan telah menambahkan ratusan klinik khusus demam seperti laporan Reuters, mengutip akun WeChat pemerintah dan laporan media. Dengan peningkatan kasus yang cepat, sekolah di Shanghai dan banyak kota yang terwabah lainnya telah ditutup hingga bulan depan.
(jp)