Wartajakarta.id – Gempa di Turki dan Syria tidak hanya menghancurkan gedung yang dihuni oleh penduduk. Beberapa bangunan bersejarah di kota-kota terdampak juga ikut luluh lantak. Dua di antaranya termasuk dalam daftar warisan dunia Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Banyak bangunan bersejarah lain yang tidak masuk dalam daftar juga ikut hancur.
Salah satu yang disoroti adalah Kota Tua Aleppo di barat laut Syria. Kota tersebut masuk dalam daftar UNESCO pada 1986. Sejak 2013, kota itu masuk daftar warisan dunia dalam bahaya karena perang saudara dan konflik di Syria. UNESCO menyatakan keprihatinannya pada korban gempa dan situs-situs budaya yang hancur.
’’Kerusakan signifikan tercatat terjadi di benteng. Menara barat tembok Kota Tua Aleppo telah runtuh dan beberapa bangunan di pasar mengkhawatirkan,’’ bunyi pernyataan UNESCO dalam siaran persnya.
Dirjen Purbakala dan Museum Syria (DGAM) dalam sebuah unggahan Facebook pada Senin (6/2) menyatakan, benteng abad ke-13 tersebut mengalami kerusakan ringan dan sedang. Ada keretakan dan sebagian pagar pertahanan ambruk. Sebagian besar kubah mercusuar Masjid Ayubi juga runtuh, pintu masuk kastil rusak, dan pintu masuk menara pertahanan kerajaan serta bagian depan area perlindungan Ottoman rusak.
Kota Tua Aleppo sempat ditutup karena kerusakan akibat perang. Namun, telah dilakukan rekonstruksi pada 2018 sebelum akhirnya dibuka kembali.
Di Turki, Benteng Diyarbakır dan Lanskap Budaya Taman Hevsel yang masuk daftar warisan budaya UNESCO juga rusak. Situs itu merupakan tempat penting periode kekuasaan Romawi, Sassanid, Bizantium, Islam, dan Ottoman.
UNESCO bersama mitranya kini sedang menginventarisasi daftar kerusakan. Tujuannya, mengamankan dan menstabilkan situs-situs tersebut dengan cepat. Situs warisan dunia lainnya yang dekat dengan pusat gempa dan dapat terpengaruh, antara lain, Gobekli Tepe, Nemrut Dag, dan Tell of Arslantepe di Turki.
(jp)