Wartajakarta.id – Kabar duka seolah tiada henti dari Pakistan. Belum hilang kesedihan karena ledakan bom di masjid Peshawar dengan korban tewas mencapai 101 orang. Kini 51 orang dikabarkan meninggal karena insiden perahu terbalik. Dari jumlah korban itu, 49 adalah anak-anak.
Dilansir The Guardian, korban adalah rombongan siswa madrasah. Mereka hendak piknik ke Danau Tanda Dam dekat Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Perahu yang mereka tumpangi kelebihan muatan. Lalu, akhirnya terbalik pada Minggu (29/1). Rata-rata korban masih berusia 7–14 tahun.
Penyelam membutuhkan waktu selama tiga hari untuk mengeluarkan mereka dari dalam danau yang mulai membeku. ”Air bendungan membeku akibat cuaca dingin yang menghambat misi penyelamatan,” ujar pejabat senior di layanan darurat Rescue 1122 Khateer Ahmad.
Para orang tua yang anaknya menjadi korban hanya bisa pasrah menunggu di sekitar danau. Sejatinya, perahu yang mereka tumpangi didesain hanya untuk 20–25 orang. Namun, saat kejadian, jumlah penumpang sampai dua kali lipat.
Tim Rescue 1122 berhasil menyelamatkan 5 penumpang dalam kondisi hidup. Perinciannya, 4 siswa dan 1 guru. Polisi masih menyelidiki insiden tersebut. Petugas belum menetapkan tersangka.
(jp)