Wartajakarta.id – Raja Malaysia menetapkan Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri setelah bersaing dengan Muhyiddin. Anwar Ibrahim yang berasal dari kubu reformis Pakatan Harapan berhasil mengalahkan Muhyiddin. Ia meminta pendukungnya untuk tidak berlebihan euforia dalam menanggapi kemenangan.
Pihak Istana meminta semua pihak menahan diri. Istana juga mengingatkan bahwa tak ada yang kalah dan menang, semuanya demi rakyat.
“Kami mengingatkan semua pihak bahwa tak ada yang kalah dan tak ada yang menang. Ini demi semua. Oleh karena itu, ulurkan tanganmu satu sama lain dan bersatu sebagai anggota Dewan Rakyat untuk masa depan bangsa kita tercinta,” jelas Istana seperti dilansir dari South China Morning Post, Kamis (24/11).
Pendukung Pakatan Harapan diminta untuk tidak menggelar kumpul-kumpul. wakil ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Rafizi Ramli meminta semua orang mendinginkan situasi.
“Saya mendesak semua warga Malaysia, terutama pendukung dan anggota PKR, PH dan sekutu politik kami untuk menghormati kebutuhan mendesak untuk mendinginkan situasi,” kata Rafizi Ramli.
Ia juga meminta para pendukung untuk tidak terpancing atau terprovokasi konten di media sosial. Polisi juga sudah mengantisipasi jika terjadi kericuhan.
“Hati-hati dengan konten media sosial atau pesan singkat apa pun yang dapat menimbulkan kekhawatiran atau dijadikan alasan untuk memprovokasi,” kata Rafizi.
Ia mengajak semua pihak untuk bersatu setelah pemilu. Hal yang sama juga sebelumnya sudah diminta oleh Raja kepada Anwar Ibrahim dan Muhyiddin, namun Muhyiddin menolak berkoalisi.
“Kita semua harus maju dan belajar bekerja sama untuk membangun kembali Malaysia, demi masa depan dan kemakmuran setiap kelompok, ras, negara bagian, dan latar belakang,” tuturnya.
(jp)