Wartajakarta.id – Perang Rusia dan Ukraina masih belum berakhir. Baru-baru ini Amerika Serikat justru berjanji bakal mengirim 50 tank pembunuh berkekuatan super. Keputusan itu tentu saja bakal memicu gelombang perang lanjutan.
Sebagai bagian dari paket senjata terbaru yang dikirim oleh AS senilai USD 3 miliar untuk Ukraina, AS bakal mengirim sekitar 50 kendaraan tempur lapis baja Infanteri Bradley. Keputusan itu disambut baik oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Dia mengatakan kendaraan lapis baja itu juga dikenal sebagai tank pembunuh. Tank itu menurut Zelensky memang dibutuhkan saat ini dalam perang melawan Rusia.
“Persis apa yang dibutuhkan Kiev untuk melawan agresi Rusia dalam beberapa bulan mendatang,” kata Zelensky.
AS dan sekutu lainnya menggunakan bulan-bulan musim dingin untuk mengirim senjata dan peralatan dalam jumlah besar yang dibutuhkan Ukraina saat pertempuran memanas di musim semi. Jerman juga mengirim Ukraina sekitar 40 Marder atau kendaraan tempur Infanteri. Sementara Prancis akan mengirimkan AMX-10 RC, kendaraan pengintai lapis baja dengan mobilitas tinggi. Ini adalah pertama kalinya tank barat dikerahkan di Ukraina.
AS dan Jerman mengantisipasi serangan Rusia bakal terjadi di Ukraina pada musim semi. Oleh sebab itu, mereka memberikan bantuan kepada Ukraina serangkaian kendaraan lapis baja untuk memperluas kemampuannya memindahkan pasukan ke garis depan dan meningkatkan kekuatannya melawan Rusia.
Kendaraan tersebut memberikan kemampuan perang yang strategis karena perubahan musim membuat medan jadi berlumpur. Tank Bradley dan 40 Marder Jerman cocok untuk membuat Ukraina bermanuver dalam koordinasi untuk memenangkan pertempuran.
(jp)