Wartajakarta.id – Para pemimpin ekonomi G20 mengeluarkan deklarasi yang menyesalkan agresi Rusia terhadap Ukraina. Mereka sepakat agar serangan segera diakhiri.
KTT dua hari di Indonesia menegaskan mayoritas anggota mengutuk keras perang di Ukraina. Invasi tersebut memberikan perpecahan diantara kelompok tersebut, yang tidak hanya mencakup Rusia sendiri tetapi juga negara-negara seperti Tiongkok dan India yang memiliki hubungan perdagangan yang signifikan dengan Moskow.
Hukum internasional harus ditegakkan. Mereka juga mengutuk ancaman penggunaan senjata nuklir. Perang di Ukraina merugikan ekonomi global.
“Banyak anggota menyatakan keprihatinan tentang kerusakan yang disebabkan oleh konflik pada infrastruktur kesehatan kritis, serta korban jiwa seperti petugas kesehatan, perempuan dan anak-anak,” kata deklarasi tersebut seperti dilansir dari Al Jazeera, Rabu (16/11).
Reaksi Rusia dan Ukraina
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, yang memimpin delegasi Rusia ke KTT tanpa kehadiran Presiden Vladimir Putin, awal pekan ini mengutuk politisasi pertemuan G20. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, juga berada di Bali untuk KTT tersebut, memperingatkan bahwa sangat penting untuk menghindari eskalasi perang di Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyindir para pemimpin G20 pada hari Rabu (16/11) bahwa ada negara teroris diantara mereka. Zelensky juga mengecualikan Rusia dan menyebut G20 sebagai G19.
(jp)