Wartajakarta.id – Otoritas Tiongkok tidak memberikan data secara pasti berapa jumlah kematian pasien Covid-19 dalam situasi darurat saat ini. Hanya saja, foto satelit yang diambil di beberapa kota di Tiongkok menunjukkan rumah duka dan krematorium penuh jenazah. Situasi itu bertentangan dengan angka kematian resmi Covid-19 yang diklaim rendah oleh Tiongkok.
Gambar yang diambil oleh Maxar pada akhir Desember 2022 dan awal Januari 2023 dilaporkan NBC News. Terlihat tempat parkir baru telah dibangun sejak awal Desember 2022 di sebuah rumah duka di Tongzhou di pinggiran Beijing. Gambar lain dari kota-kota di seluruh negeri menunjukkan lebih banyak mobil yang diparkir di luar rumah duka dibandingkan dengan periode serupa di tahun-tahun sebelumnya.
Gambar satelit konsisten dengan laporan langsung NBC News di Beijing. Peralatan konstruksi terlihat di rumah duka Tongzhou. Pekerja dengan pakaian hazmat putih terlihat menurunkan peti jenazah di rumah duka Dongjiao dan polisi berpatroli di kedua tempat tersebut.
Di tempat lain di Beijing, krematorium telah beroperasi 24 jam selama seminggu. Satu rumah duka utama memberi tahu NBC News bahwa waktu tunggu slot kremasi hingga dua minggu.
Beberapa rumah duka tidak lagi mengizinkan upacara peringatan. Keluarga malah menahan mereka di rumah sakit dan peti mati disimpan di luar di gang-gang.
Hanya 40 Kematian
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa data resmi Tiongkok kurang mewakili jumlah rawat inap dan kematian akibat Covid saat ini. Tiongkok hanya melaporkan kurang dari 40 kematian terkait Covid-19 sejak 7 Desember setelah pemerintah mencabut pembatasan nol-Covid.
Jumlah kematian resmi negara itu sekitar 5.270 sejak dimulainya pandemi, tetapi para ahli internasional mengatakan jumlah kematian yang sebenarnya bisa mencapai 1 juta atau lebih dalam beberapa bulan mendatang.
Seorang ahli epidemiologi dan penasihat senior pemerintah Tiongkok, Liang Wannian, mengatakan bahwa prioritas saat ini adalah mengobati pasien yang parah.
(jp)