Wartajakarta.id – Misi kemanusiaan untuk membantu korban gempa di Turki dan Syria terus diperkuat. Hari ini tim advance dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas akan terbang ke dua negara itu.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono kemarin (9/2) menjelaskan, tim tersebut diterbangkan ke Turki dan Syria menggunakan pesawat angkut Boeing 737 dan C-130 Hercules. Yudo memastikan, tim tersebut bukan yang pertama.
”Yang dibutuhkan (korban gempa bumi di Turki dan Syria) akan kami kirim berikutnya,” ujar orang nomor satu di TNI tersebut. ”Mungkin tenaga kesehatan, tim zeni, atau mungkin tim anjing pelacak untuk mencari korban,” tambahnya.
Sambil menunggu data dari tim advance tersebut, TNI bersama instansi terkait akan mengumpulkan bantuan. Berbekal data dari tim advance, Yudo yakin persiapan pengiriman bantuan tahap kedua akan lebih matang.
Mabes Polri juga akan mengirimkan tim untuk membantu korban. Tim beranggota 26 orang itu terdiri atas tim medis, disaster victim identification (DVI), dan anjing pelacak.
Kepala Baharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto mengatakan, anjing pelacak akan dilengkapi dengan baju penghangat. “Untuk menambah daya tahan saat mencari korban. Informasinya, Turki sedang cuaca dingin,” jelasnya.
Untuk personel, Arief menyampaikan, mereka sudah membawa tenda sebagai tempat menginap dan merawat korban selamat. Itu dilakukan untuk mengantisipasi rusaknya fasilitas penginapan di lokasi terdampak gempa.
Sekretaris I KBRI Ankara Fitriyani Riduan menyampaikan, 123 WNI bersama 1 WN Malaysia dan 1 WN Myanmar sudah dievakuasi ke Ankara. Mereka tiba Rabu (8/2) pagi secara bertahap. Mulai pukul 10.00 hingga 22.00 waktu setempat. ”Alhamdulillah, sudah semua tiba di penampungan KBRI Ankara yang berlokasi di Wisma Duta RI,” ujarnya.
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan, pemerintah terus mengumpulkan logistik berupa makanan dan peralatan yang akan dikirim ke lokasi terdampak gempa. Selain itu, ada bantuan dana tunai. Estimasi awal, Turki dan Syria akan mendapatkan bantuan masing-masing sebesar USD 1 juta.
“Logistik makanan dan peralatan juga akan dikirimkan secara langsung dari Indonesia. Total ada empat unit pesawat dengan total dukungan logistik sebanyak 70 ton untuk masing-masing negara,” bebernya.
Dia menerangkan, saat ini Eropa mengalami puncak musim dingin. Estimasi suhu harian berkisar minus 4 derajat Celsius saat malam dan 5 derajat Celsius saat siang. Karena itu, tim yang akan dikirimkan dibekali dengan perangkat yang bisa mendukung bekerja pada kondisi cuaca dingin.
(jp)