Wartajakarta.id – Inggris mengutuk eksekusi mati dua pengunjuk rasa oleh pemerintah Iran. Inggris juga menyerukan agar Iran segera menghentikan semua eksekusi.
Mohammad Mahdi Karami, 22, dan Seyyed Mohammad Hosseini, 39, dieksekusi pada Sabtu (7/1) pagi di Teheran. Mereka dieksekusi terkait kasus pembunuhan seorang prajurit paramiliter Basiji pada akhir November tahun lalu.
Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly mengatakan eksekusi itu mengerikan. Cleverly juga menegaskan bahwa Inggris sangat menentang hukuman mati dalam situasi apa pun.
Cleverly meminta Iran untuk segera menghentikan semua eksekusi dan mengakhiri kekerasan terhadap rakyatnya sendiri.
“Rezim Iran terus merusak reputasinya di dalam dan luar negeri dengan tindakan yang tidak proporsional terhadap rakyatnya yang memprotes secara sah terhadap penindasan mereka,” kata Cleverly.
Dengan eksekusi yang dilakukan terhadap Karami dan Hosseini, jumlah total orang yang dihukum mati di Iran menjadi empat di tengah gelombang protes yang berlangsung berbulan-bulan.
Rangkaian protes itu dipicu oleh kematian seorang perempuan Iran berusia 22 tahun, Mahsa Amini, dalam tahanan polisi pada 16 September 2022.
Sementara itu, seorang ulama Sunni terkemuka Iran dari Provinsi Sistan-Baluchestan tenggara, Molavi Abdolhamid Ismaeelzahi, pada Jumat (6/1) mendesak pihak berwenang untuk menghentikan hukuman mati.
(jp)