Wartajakarta.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan keketuaan Indonesia di ASEAN di Jakarta kemarin (29/1). Ada sejumlah poin yang disinggung mantan gubernur DKI Jakarta itu. Termasuk persoalan yang masih menyelimuti Myanmar, salah satu anggota ASEAN.
Jokowi menyampaikan, untuk menyelesaikan persoalan di Myanmar, Indonesia tetap konsisten agar lima poin konsensus betul-betul dijalankan. “Kita konsisten di sana,” tuturnya. Sebagaimana diketahui, saat ini Myanmar dikuasai junta militer yang tidak demokratis.
Lima poin konsensus itu, pertama, segala bentuk kekerasan harus segera dihentikan di Myanmar. Kedua, dibangun dialog konstruktif untuk semua pihak. Ketiga, utusan khusus ketua ASEAN akan memfasilitasi mediasi dan proses dialog. Keempat, ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre (The ASEAN Coordinating Centre of Humanitarian Assistance on Disaster Management). Terakhir, utusan khusus dan delegasi akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak terkait.
Selanjutnya, Jokowi menyampaikan, ada tiga pesan penting yang dibawa Indonesia di keketuaan ASEAN Summit. ’’Bahwa ASEAN harus tetap relevan terhadap kepentingan-kepentingan rakyat, kawasan, dan dunia,’’ terangnya.
Hal penting berikutnya adalah menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik. Jokowi menuturkan, ASEAN harus memberikan kontribusi besar untuk misi perdamaian di kawasan itu. Lalu, Jokowi ingin ASEAN menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menambahkan, prioritas keketuaan Indonesia ialah mempercepat pembangunan komunitas ASEAN. Hal itu selaras dengan tema keketuaan Indonesia tahun ini, yakni ASEAN Matters: Epicentrum of Growth.
(jp)