Wartajakarta.id – Sejumlah tokoh menjadi sorotan dunia di sepanjang 2022 karena terkait kebijakan dan keputusan yang diambil. Perang Rusia dan Ukraina, peluncuran rudal antarbenua oleh Korea Utara, kebijakan nol Covid-19 di Tiongkok, hingga bangkrutnya Sri Lanka dan pemilu di Malaysia. Para tokoh di balik itu menjadi pemberitaan internasional.
Berikut rangkuman Wartajakarta.id dilansir dari B Scholarly dan berbagai sumber, termasuk sejumlah nama tokoh dunia paling menonjol pada 2022.
Vladimir Putin
Sebagai Presiden Rusia, Vladimir Putin dianggap setara dengan presiden Amerika Serikat. Dia secara agresif mempromosikan agenda politik Rusia ke seluruh dunia. Putin adalah presiden yang sangat kuat dan ditakuti oleh banyak negara di seluruh dunia. Putin dikecam pemimpin dunia lain selama 2022 karena melakukan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari 2022. Perang Ukraina-Rusia belum tanda akan berakhir hingga saat ini.
Xi Jinping
Sebagai Presiden Tiongkok saat ini, nama Xi Jinping lekat dengan kontroversi. Tahun ini, nama Xi Jinping juga terus mencuat. Sosoknya disorot mulai persaingan Tiongkok dalam perang dagang dengan AS, posisinya di tengah perang Rusia-Ukraina, masa jabatan 3 periode, hingga kebijakan Nol-Covid-19 yang ketat dan ditentang publik karena memberlakukan lockdown hingga 3 tahun selama pandemi. Gerakan anti-korupsi yang ekstensif juga membuat sejumlah pejabat dipecat.
Kim Jong-un
Kim Jong-un menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Korea Utara sejak 2011 dan Ketua Partai Buruh Korea sejak 2012. Setelah kematian Kim Jong-il pada akhir 2010, Kim Jong-un diangkat menjadi pewaris takhta negara dan sebelumnya dijuluki Penerus Hebat oleh televisi Korea Utara. Kim saat ini menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Demokratik Rakyat Korea, Ketua Partai Buruh Korea, Ketua Komisi Militer Pusat, dan Ketua Komisi Urusan Negara. Selama tahun 2022, namanya disorot karena Kim menantang AS dan Korea Selatan dengan meluncurkan rudal lintas benua beberapa kali.
Narendra Modi
India adalah negara demokrasi terbesar di dunia dan telah menjadikan Narendra Modi sebagai perdana menteri sejak 2014. Pemerintahan Modi di India telah bekerja untuk mengurangi pengeluaran untuk program kesejahteraan sosial dan perawatan kesehatan sambil meningkatkan investasi asing langsung. Pada 2022, ia menyabet gelar pemimpin dunia paling populer dengan nilai survei 77 persen berdasarkan catatan Morning Consult Political Intelligence bahkan mengalahkan sederet tokoh lainnya.
Volodymyr Zelensky
Presiden Volodymyr Zelensky telah menjadi wajah perlawanan Ukraina terhadap pasukan Rusia di tahun 2022. Zelensky berkuasa dengan sedikit pengalaman politik tradisional. Sebelum dia terpilih, dia terkenal karena memainkan perannya sebagai aktor. Sejak serangan Rusia dimulai pada 24 Februari, Zelensky selalu tampil dengan t-shirt militer atau rompi balistik dan sering muncul dalam video di Telegram, Facebook, dan Instagram.
Ia mendesak para pemimpin Barat untuk meningkatkan upaya mengalahkan Vladimir Putin. Dia telah berulang kali meminta negara-negara Barat untuk memberi Ukraina artileri, amunisi, sistem pertahanan udara, dan jet tempur untuk mengusir pasukan Rusia.
Zelensky bahkan dinobatkan sebagai Person of The Year 2022 oleh majalah TIME. Zelensky dianggap paling berpengaruh dalam mengobarkan semangat mempertahankan negara dari serangan Rusia. TIME mengatakan Zelensky telah menginspirasi warga Ukraina dan diakui secara internasional atas keberaniannya melawan invasi Rusia. “Kesuksesan Zelensky sebagai pemimpin saat perang bergantung pada fakta bahwa keberanian itu menular,” kata TIME.
Joe Biden
Presiden AS Joe Biden sepanjang 2022 mencuat di tengah perang Ukraina dan Rusia. Biden mengirim bantuan militer sejak awal perang pada Februari 2022. Awal perang, Biden menyetujui USD 350 juta dalam bentuk bantuan militer untuk Ukraina. Beberapa bulan terakhir, Joe Biden juga mengumumkan mengirim bantuan senjata senilai USD 1 miliar lagi untuk Ukraina.
Paket bantuan itu adalah bantuan keamanan AS ke-12 untuk Ukraina sejak dimulainya perang. Biden juga mengumumkan bantuan kemanusiaan untuk Ukraina guna memenuhi kebutuhan seperti air minum yang aman, pasokan medis penting, makanan, dan uang tunai bagi keluarga untuk membeli barang-barang penting.
AS juga mengirim lagi dana segar USD 225 juta bantuan kemanusiaan. Sejak Moskow menginvasi Ukraina pada 24 Februari, pemerintahan Biden telah mengerahkan lebih dari 100 ribu tentara AS ke negara-negara anggota NATO dan memberikan USD 5,6 miliar bantuan keamanan ke Ukraina. Pentagon mengatakan bahwa senjata tahap terbaru untuk Kiev, bernilai USD 350 juta. AS juga menyediakan Ukraina dengan dua sistem pertahanan pantai Harpoon, ribuan radio aman, night vision dan perangkat termal bersama dengan dana untuk pelatihan dan dukungan pemeliharaan. Bantuan itu secara kolektif bernilai USD 650 juta.
Raja Charles

Sosok putra mendiang Ratu Elizabeth, Charles, menjadi sorotan selama 2022. Ia diangkat menjadi Raja setelah ibunya mangkat pada 8 September 2022. Pada usia 73 tahun, Charles memimpin monarki Inggris. Charles telah menghabiskan hampir seluruh hidupnya sebagai pewaris. Sifatnya terkadang dinilai jauh lebih kontras dan mengundang kontroversi dibanding Ratu. Charles dinilai lebih blak-blakan.
Sejak kematian ayahnya Pangeran Philip pada April 2021 dan kesehatan ibunya yang menurun, Charles menjadi lebih terlihat, mempererat lingkaran dalam di sekelilingnya dengan Camilla, adik bungsunya Edward, William dan Kate. Lahir pada 14 November 1948, Charles menjadi pewaris takhta pada usia muda tiga tahun tiga bulan. Dunia mengenalnya dengan sangat baik tidak hanya karena pernikahannya dengan Lady Diana Spencer pada 1981, tetapi juga perceraian pada 1990-an. Camilla, Duchess of Cornwall, istri keduanya, secara teoritis akan selalu menjadi permaisuri.
Nancy Pelosi
Nama Nancy Pelosi sebagai Ketua DPR AS mencuat saat mengunjungi Taiwan pada 2 Agustus 2022. Kunjungan itu memicu kemarahan Tiongkok sebagai isu sensitif karena mengakui Taiwan sebagai wilayah kekuasaannya. Tiongkok telah berulang kali memperingatkan terhadap kunjungan itu, namun Nancy Pelosi tetap bersikeras mengunjungi Taiwan.
Taiwan adalah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri, tetapi diklaim oleh Tiongkok dan melihatnya sebagai provinsi yang memisahkan diri. Akibatnya Tiongkok marah dengan mengirim pesawat-pesawat tempur ke garis tengah, garis pemisah informal di Selat Taiwan antara daratan Tiongkok dan Taiwan. Belakangan Nancy Pelosi juga menyatakan mundur dari DPR dan tak akan mencalonkan diri lagi pada Januari 2023 mendatang setelah Partai Republik berkuasa di DPR.
Gotabaya Rajapaksa
Sosok Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa menjadi sorotan dunia setelah negara itu ricuh sejak April 2022. Sri Lanka mengalami krisis ekonomi dan bangkrut karena inflasi akibat gagal membayar utang luar negeri. Rakyat yang kelaparan marah dan menuntutnya mundur. Namun bukannya memenuhi janji untuk mundur pada 13 Juli 2022, Rajapaksa justru melarikan diri dengan terbang ke Maladewa. Rajapaksa, 72, mulai menjabat pada 2019.
Pada Sabtu (9/7) rakyat Sri Lanka menggeruduk kediamannya di Kolombo. Sementara Rajapaksa berhasil diselamatkan dari amukan massa. Rakyat berpesta di rumahnya hingga viral di media sosial.
Rajapaksa janji untuk mengundurkan diri pada 13 Juli, Rabu. Namun pada kenyataannya, ia justru melarikan diri ke Male, Maladewa bersama istri dan dibawa ke tempat rahasia agar tidak ditangkap karena tuduhan kasus korupsi lalu sempat singgah ke Singapura hingga akhirnya mengundurkan diri melalui email.
Anwar Ibrahim

Perjalanan kiprah karir politikus Malaysia, Anwar Ibrahim, begitu panjang. Kini ia ditetapkan sebagai Perdana Menteri Malaysia oleh Raja Malaysia mengalahkan pesaingnya Muhyiddin Yassin. Catatan rekam jejak Anwar Ibrahim tidak mulus untuk mencapai pucuk kepemimpinan, sebab ia pernah dipenjara karena kasus korupsi dan sodomi.
Lebih dari dua dekade setelah pemecatannya yang dramatis dari pemerintahan dan terjerat kasus hukum, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim akhirnya menjadi Perdana Manteri. Anwar dinobatkan sebagai perdana menteri ke-10 Malaysia oleh Raja Malaysia pada Kamis (24/11). Ia mengalahkan Muhyiddin, seorang pemimpin nasionalis Melayu untuk meraih jabatan tertinggi setelah hasil pemilihan umum sempat buntu karena tak ada yang mencapai 50 persen suara.
(jp)