Wartajakarta.id – Sebuah laporan menyatakan kasus Covid-19 di Tiongkok kembali melonjak tajam. Bahkan laporan Reuters menyebutkan ada tumpukan atau antrean jenazah di sejumlah krematorium khusus Covid-19. Para tenaga kesehatan juga dilaporkan kewalahan dan ikut terinfeksi.
Apakah laporan ini benar? Otoritas resmi Tiongkok menjawab hal itu.
Duta Besar Tiongkok Untuk Indonesia H.E.Lu Kang menjawab pertanyaan itu. Ia mengakui saat ini ada penyesuaian kebijakan terkait protokol kesehatan di Tiongkok. Sejumlah media menyatakan bahwa lonjakan kasus di Tiongkok terjadi pasca kebijakan Nol-Covid dicabut.
“Tentang pertanyaan itu, kondisi di Tiongkok ada perubahan penyesuaian protokol kesehatan secara domestik. Sudah ada pengetahuan umum secara internasional bahwa virus sendiri tak begitu mematikan Bagi negara apapun apabila 1,4 miliar orang, kebijakan umum apapun pasti ada satu proses,” katanya dalam press briefing, Rabu (21/12).
Saat ditanya apakah laporan antrean jenazah itu benar, ia tak menjelaskak secara spesifik. Ia hanya menegaskan bahwa saat ini Tiongkok sedang menjalani penyesuaian aturan protokol kesehatan.
“Sesuai dengan perubahan kebijakan, kalau menurut standar yang dulu, siapapun harus dikarantina. Dan kalau anda mengikuti info terkini. Sebenarnya pemerintah bolehkan seseorang yang positif dan jika sudah tak menulari orang lain, bisa kembali kerja,” ungkapnya.
Ia menegaskan agar media mengutip laporan resmi dari pemerintah. Sejauh ini, otoritas resmi Tiongkok mencatat total kematian sejak awal pandemi adalah sekitar 5 ribu jiwa.
“Tentang laporan yang disebut ada banyak jenazah karena terpapar Covid, saran saya lebih baik merujuk laporan Tiongkok yang resmi,” tegasnya.
“Karena sekarang banyak kasus positif yang isoman, apakah karena hal itu menjadikan nakes di RS menyebabkan kelangkaan SDM lalu jenazah tak ditangani cepat, itu harus dibedakan kondisinya,” tambah Dubes Lu Kang.
“Saya memang sudah perhatikan ada laporan terbaru dan juga lihat media. Itu adalah analisis,” ungkapnya.
Terkait kerjasama vaksin Barat, ia menegaskan Tiongkok terbuka bekerja sama dengan siapapun. Sejak dulu Tiongkok sangat mendukung dengan kerja sama di negara dunia.
“Prinsip saling menghormati,” katanya.
(jp)