Wartajakarta.id – Kedutaan Besar RI di Warsawa mengeluarkan imbauan waspada bagi para warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Polandia. Hal tersebut dilakukan menyusul insiden ledakan yang terjadi di Kota Przewodow di bagian timur Polandia. Sebuah roket jatuh dan menyebabkan ledakan hingga menewaskan dua orang warga di kota tersebut pada Selasa (15/11) waktu setempat.
“KBRI Warsawa mengimbau hal-hal sebagai berikut yakni bagi para WNI yang berada di Polandia dimohon untuk tetap tenang, menghindari perjalanan ke wilayah timur Polandia yang berbatasan langsung dengan Ukraina,” demikian dikatakan oleh KBRI Warsawa dalam imbauan tersebut, dikutip dari Jakarta, Rabu (16/11).
Selain itu, KBRI Warsawa juga mengimbau agar para WNI untuk senantiasa memantau perkembangan keadaan, memverifikasi pemberitaan di media dengan sumber resmi, dan secara berkala memantau media sosial KBRI Warsawa. Apabila terjadi keadaan darurat dan mengancam jiwa, para WNI diminta untuk menghubungi hotline KBRI Warsawa di nomor aplikasi WhatsApp +48 728 239 137.
Adapun para WNI di Polandia yang belum melakukan lapor diri untuk segera melaporkan diri secara daring melalui tautan http://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html.
Presiden Polandia Andrzej Duda mengatakan bahwa sejauh ini Polandia tidak memiliki bukti konklusif yang menunjukkan siapa yang menembakkan rudal yang menyebabkan ledakan di fasilitas pengeringan biji-bijian tersebut. Duda mengatakan bahwa kemungkinan besar Polandia akan meminta konsultasi berdasarkan Pasal 4 aliansi militer NATO setelah ledakan itu.
Duda berbicara setelah Perdana Menteri Mateusz Morawiecki mengatakan bahwa Polandia akan meningkatkan pengawasan wilayah udaranya setelah insiden tersebut.
“Kami memutuskan untuk meningkatkan kesiapan tempur unit terpilih angkatan bersenjata Polandia, dengan penekanan khusus pada wilayah udara,” ujar Duda.
Di lain pihak, Kementerian Pertahanan Rusia membantah bahwa rudal Rusia menghantam wilayah Polandia dan menggambarkan laporan itu sebagai provokasi yang disengaja yang bertujuan untuk memanaskan situasi.
“Tidak ada serangan terhadap sasaran di dekat perbatasan negara Ukraina-Polandia yang dilakukan dengan alat penghancur Rusia,” demikian bantahan Kemlu Rusia.
Sementara itu, Presiden AS Joe Biden menduga rudal yang menghantam Polandia tak mungkin ditembakkan dari Rusia. Akan tetapi, dia berjanji melakukan penyelidikan terkait ledakan tersebut. Biden menyebut rudal itu buatan Rusia.
“Tidak mungkin (ditembakkan dari Rusia). Ada informasi awal yang membantahnya,” kata Biden kepada wartawan ketika ditanya apakah rudal itu ditembakkan dari Rusia. “Kecil kemungkinan rudal itu ditembakkan dari Rusia, tapi kita lihat saja nanti,” ungkap Biden di sela pertemuan KTT G20 di Bali, seperti dilansir dari AP, Rabu (16/11).
Tidak jelas apakah Biden menyatakan bahwa rudal itu sama sekali tidak ditembakkan oleh Rusia. Di sisi lain, Ukraina sendiri masih memiliki stok persenjataan buatan era Uni Soviet dan Rusia, termasuk sistem rudal pertahanan udara S-300.
Biden sendiri mengetahui kejadian itu setelah dibangunkan oleh stafnya dengan berita ledakan rudal saat berada di Indonesia untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Ia menelepon Presiden Polandia Andrzej Duda Rabu (16/11) pagi untuk menyatakan belasungkawa yang mendalam atas hilangnya nyawa dua warga sipil Polandia korban serangan rudal tersebut.
“Dukungan penuh AS untuk dan membantu penyelidikan Polandia. Kami menegaskan kembali komitmen kuat Amerika Serikat terhadap NATO,” tegas Biden dalam kicauannya di Twitter.
(jp)