Wartajakarta.id – Pasangan selebriti Jason Aldean dan Brittany mengecam kampanye label fashion Balenciaga yang menampilkan anak memegang boneka teddy bear. Anak tersebut didandani dengan rantai, layaknya budak seks dengan kekerasan atau BSDM. Kecaman terus mengalir dari selebriti, kali ini sampai membuang tas dari label tersebut.
Pasangan selebriti itu membuang tas penuh pakaian Balenciaga, termasuk pakaian seharga USD 400 hingga tas tangan seharga USD 3.000 atau seharga Rp 45 juta. Aksi mereka sebagai protes terhadap kekerasan dan eksploitasi anak dalam sebuah foto.
“Ini hari sampah,” tulis sang istri seperti dilansir dari Daily Mail, Kamis (1/12).
Brittany Aldean menjelaskan bahwa dia tidak lagi membawa barang Balenciaga ke rumahnya di sebuah unggahan media sosial yang dibagikan pada hari Rabu (30/12). Istri musisi country berusia 33 tahun, Jason Aldean itu, berbagi foto ke Instagram dirinya membawa kantong plastik bening dari rumahnya.
Dia bereaksi terhadap skandal rumah mode baru-baru ini setelah mendapat kecaman untuk pemotretan kampanye liburan yang menampilkan model anak-anak berpose dengan tas boneka beruang yang ditutupi perlengkapan BDSM. Dalam fotonya, Brittany terlihat tampak ramping dalam ansambel serba hitam yang menampilkan sweater tipis dan celana hitam ketat.
Daripada kantong sampah buram standar, dia memilih kantong plastik bening agar lebih tampak kasat mata.
Satu item hitam dengan nama rumah mode yang tertulis dalam huruf balok putih tampaknya adalah hoodie yang dijual seharga USD 1.050, sementara tas tangan biru lainnya tampaknya merupakan item yang dijual merek tersebut seharga sekitar USD 2.500.
Brittany juga tampak membawa tas punggung yang disampirkan di bahunya yang diisi dengan pakaian Balenciaga.
Klarifikasi Balenciaga
Balenciaga baru-baru ini mendapat kecaman setelah merilis kampanye iklan liburan 2022. Pemotretan termasuk gambar itu ditutupi tali hitam yang menyerupai perlengkapan BDSM. Balenciaga beralasan mereka tak tahu menahu soal itu dan menggugat vendor atau pihak ketiga sebagai rumah produksi.
(jp)