Wartajakarta.id – Rusia bereaksi menanggapi keputusan Amerika Serikat dan Jerman yang sepakat mengirim bantuan tank ke Ukraina. Serangan rudal Rusia menghantam Ukraina setelah bantuan tank yang dijanjikan AS dan Eropa segera dikirim.
Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap Ukraina, Kamis (26/1). Kejadian itu menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk satu orang di ibu kota Kiev, menurut otoritas terkait. Serangan menargetkan infrastruktur energi, seperti laporan CBS News.
Sirene serangan udara meraung di seluruh negeri Kamis (26/1) pagi menandai serangan terbaru. Badan layanan darurat nasional Ukraina mengatakan bahwa 11 orang tewas dan jumlah yang sama terluka dalam serangan itu.
Rusia bereaksi terhadap keputusan Presiden AS Joe Biden untuk memasok Ukraina dengan tank tempur utama M1 Abrams yang modern dan kuat. Janji serupa datang dari Jerman yang bakal mengirim Leopard 2 tank ke Ukraina.
Ratusan tank Leopard siaga di pangkalan militer di seluruh Eropa. Dan bakal segera dikirim ke Ukraina dalam skala waktu yang lebih singkat daripada tank Abrams.
Baik AS dan Jerman memungkinkan Ukraina menembus garis depan Rusia dan merebut kembali wilayah yang diduduki. Sementara pejabat Rusia sebelumnya sudah mengancam AS dan Jerman jika tank jadi dikirim.
(jp)