Wartajakarta.id – Seluruh kilang minyak dan kompleks petrokimia Panjin Haoye Chemical Co Ltd, Liaoning, Tiongkok, ditutup total pada Senin (16/1).
Area tersebut belum bisa dioperasikan akibat kebakaran besar pada Minggu (15/1), pukul 13.30 waktu setempat. Dua orang tewas dan 12 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Selain itu, 30 orang juga mengalami luka-luka.
The Straits Times mengungkapkan, ledakan terjadi ketika para pekerja sedang melakukan pekerjaan pemeliharaan dan instalasi di fasilitas alkilasi.
Belum diketahui penyebab kebakaran dahsyat tersebut. Sampai Senin (16/1), api masih belum padam. Namun, sudah berhasil dikendalikan. Tidak menyebar lagi.
Kecelakaan itu membuat asap membubung tinggi ke langit. Api menghanguskan kompleks kilang yang luas. CCTV mengatakan, pihak berwenang belum mendeteksi kualitas udara di Panjin sebagai dampak kebakaran tersebut. Kota berpenduduk sekitar 1,4 juta jiwa itu merupakan jujukan wisatawan.
Panjin Haoye Chemical Co Ltd bukan milik pemerintah. Namun, produsen kilang dan bahan kimia independen. Insiden tersebut terjadi saat Tiongkok berusaha kembali bangkit pasca pencabutan kebijakan nol kasus Covid-19.
Beberapa tahun terakhir, insiden kecelakaan di pabrik dan tambang kerap terjadi di Tiongkok. Tahun lalu saja, serentetan kecelakaan di tambang telah merenggut 129 nyawa. Pemerintah pun menegaskan rencana untuk membuat industri pertambangan lebih aman. Namun, belum diketahui langkah konkret yang diambil.
Selama bertahun-tahun, fasilitas kimia memang telah menjadi masalah khusus bagi regulator.
Pada 2019, Tiongkok telah menutup kawasan industri di Jiangsu pasca ledakan yang menewaskan 78 orang dan ratusan orang lainnya luka-luka.
(jp)