Wartajakarta.id – Departemen Purbakala Israel, Departemen Taman Nasional Israel, dan City of David Foundation, mengumumkan bahwa Kolam Siloam bakal dibuka untuk umum kali pertama. Lokasi itu diyakini tempat Yesus menyembuhkan orang buta.
Situs yang dihormati oleh umat Kristen dan Yahudi itu akan dibuka untuk umum untuk pertama kalinya dalam 2.000 tahun. “Penggalian Kolam Siloam sangat penting bagi umat Kristen di seluruh dunia,” kata pendeta Amerika John Hagee sekaligus pendiri dan ketua Christian United for Israel kepada Fox News Digital seperti dilansir New York Post.
“Di tempat inilah Yesus menyembuhkan orang buta (Yohanes:9), dan di tempat inilah, 2.000 tahun yang lalu, peziarah Yahudi menyucikan diri sebelum memasuki Bait Suci Kedua,” ujar John Hagee.
Kolam Siloam dan Jalan Ziarah terletak di bagian selatan Kota Daud.
“Umat Kristen sangat diberkati dan komitmen abadi Israel untuk memastikan kebebasan beragama bagi semua orang yang mengunjungi dan tinggal di Tanah Suci, terutama Yerusalem,” tambahnya.
Direktur urusan internasional untuk City of David Foundation di Yerusalem, Ze’ev Orenstein mengatakan kepada Fox News Digital bahwa ini adalah satu situs terpenting yang menegaskan warisan Yerusalem. Tidak hanya terkait masalah iman, tetapi sebagai fakta sejarah bagi miliaran orang di seluruh dunia, akan dapat diakses sepenuhnya untuk pertama kalinya dalam 2.000 tahun.
Kolam Siloam terletak di bagian selatan Kota Daud dan di dalam area Taman Nasional Tembok Yerusalem. Sebagian kecil kolam, yang telah digali seluruhnya, telah dapat diakses publik selama beberapa tahun. Sebagian besar kolam sedang digali dan akan dibuka sedikit demi sedikit atau setelah seluruh situs digali. Proyek arkeologi untuk menggali kolam sepenuhnya akan berlangsung beberapa tahun. Ada rencana ruang bagi pengunjung kolam untuk melihat penggalian yang sedang berlangsung.
Kolam itu pertama kali dibangun kira-kira 2.700 tahun yang lalu sebagai bagian dari sistem air Yerusalem pada abad kedelapan SM. Konstruksi dibuka pada masa pemerintahan Raja Hizekia seperti yang dikutip dalam Injil dalam Kitab Raja-Raja II, 20:20.
Menurut perkiraan, Kolam Siloam melewati banyak tahap konstruksi dan mencapai ukuran 54.450 kaki persegi, atau sedikit lebih kecil dari lapangan sepak bola.
“Kabar ini berarti menjadi bukti penemuan arkeologi terpenting dalam sejarah dapat segera dilihat oleh pengunjung dari seluruh dunia. Itu akan menegaskan semua yang mereka yakini. Memiliki iman adalah bagian dari menyembah Tuhan. Ada fakta-fakta sejarah yang membuktikan kebenaran Kitab Suci,” tegas Pendeta Johnnie Moore yang juga presiden Kongres Pemimpin Kristen.
(jp)