Wartajakarta.id – Perayaan Natal di Ukraina tahun ini tak seperti biasanya. Di tengah suasana perang dan serangan Rusia, perayaan Natal disambut dengan segala kesederhanaan dan keterbatasan.
Tahun lalu, salah satu spot di Kyiv, Ukraina, Sophia Square memamerkan pohon Natal besar dan ribuan lampu yang tersebar di alun-alun. Suasana berbeda saat ini di tengah perang yang telah melanda negara selama 10 bulan, sebatang pohon yang lebih sederhana berdiri di sana, lampu biru dan kuningnya khas bendera Ukraina membuat suasana Natal tetap bermakna.
Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia menargetkan infrastruktur energi, yang bertujuan untuk merusak pasokan listrik dan pemanas di Ukraina. Di tengah musim dingin saat ini, Ukraina mengalami krisis pasokan listrik.
Dan meskipun pemerintah Ukraina berusaha untuk bergerak secepat mungkin, secara praktis tidak mungkin memulihkan listrik dengan cepat di negara tersebut, termasuk lebih dari 3 juta penduduk ibu kota. Sejumlah tempat memberlakukan pembatasan dan pemadaman listrik terjadwal.
Tetapi bahkan di saat-saat suram ini, warga tetap memperjuangkan agar pohon Natal tetap berdiri meskipun tidak secerah beberapa tahun terakhir. Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, mengumumkan pemasangan pohon Natal.
“Pohon Natal ini Tak Terkalahkan. Kami memutuskan bahwa kami tidak akan membiarkan Rusia mencuri perayaan Natal dan Tahun Baru dari anak-anak kami. Nama pohon Natal itu menjadi simbol karena kami orang Ukraina tidak dapat dihancurkan,” tukasnya seperti dilansir dari ABC 11, Minggu (25/12).
Pohon Natal Tak Terkalahkan
Pohon Natal Tak Terkalahkan diresmikan pada 19 Desember lalu pada hari yang sama ketika Rusia meluncurkan serangan pesawat tak berawak ke Kyiv. Sophia Square tahun ini berbeda. Kini satu-satunya kebisingan di alun-alun adalah suara generator yang menyalakan lampu pohon setinggi 12 meter (40 kaki).
Sebaliknya, di kota Luhansk yang diduduki Rusia, sebuah pohon Natal besar telah didirikan dan pada Jumat malam termasuk penari yang mengenakan warna bendera Rusia. Sebelum pemerintah Kyiv memutuskan untuk memasang pohon itu, ada beberapa perdebatan tentang apakah pemasangan pohon itu tepat pada musim perang saat ini. Sehingga beberapa daerah memutuskan tidak memiliki pohon Natal.
(jp)