Wartajakarta.id – Masa lalu tidak pernah mati, ia bahkan belum lewat. Kutipan milik penulis AS William Faulkner itu menjadi pembuka buku memoar Pangeran Harry yang berjudul Spare. Judul tersebut dipilih karena mengacu pada peran Pangeran Harry sebagai spare heir alias pewaris takhta cadangan. Buku itu dijual bebas mulai Selasa (10/1).
Dalam buku setebal 416 halaman tersebut, Harry menceritakan luka-luka di masa lalunya. Salah satunya adalah candaan sang ayah, Pangeran Charles III, bahwa dia mungkin bukan anak kandungnya. Meski sekadar candaan, bagi Harry, itu menyakitkan. Terlebih media-media di Inggris juga kerap membahas hal tersebut.
’’Siapa yang tahu kalau aku bukan ayah kandungmu? Mungkin ayah kandungmu ada di Broadmoor, Nak!’’ ujar Charles kepada Harry seperti tertuang dalam Spare.
Pernyataan itu mengacu pada James Hewitt. Mendiang ibunya, Putri Diana, memang mengaku pernah selingkuh dengan Hewitt. Perselingkuhan tersebut terjadi pada 1986, dua tahun setelah Pangeran William lahir. Harry maupun Hewitt sama-sama memiliki warna rambut kemerahan.
Harry juga menulis tentang keributan antara istri William, Kate Middleton, dan istrinya, Meghan Markle, beberapa hari sebelum hari H pernikahannya. Itu semua dipicu karena Putri Charlotte tidak menyukai baju yang sudah disiapkan lantaran merasa kebesaran. Padahal, baju tersebut sudah didesain dan diukur khusus untuknya. Situasinya pelik karena itu H-4 pernikahan Harry dan Meghan.
Duke of Sussex itu juga mengungkapkan bahwa awalnya dirinya dan Wiliam tidak mau sang ayah menikahi Camilla. Dia juga menceritakan pernah berkelahi dengan William gara-gara adu argumen terkait Meghan. Di momen kematian Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles adalah orang pertama yang memberi tahunya. Kala itu, keluarga kerajaan mewanti-wanti agar Meghan tidak ikut ke istana di Skotlandia tempat ratu meninggal.
(jp)