Wartajakarta.id – Penembakan brutal kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Kali ini di Michigan State University (MSU), salah satu kampus unggulan. Senin (13/2) petang, suasana kampus itu pun terasa mencekam. Seorang pria bersenjata tiba-tiba masuk ke kampus seluas 2.023 hektare tersebut, lalu menembak dengan membabi buta.
Tiga orang tewas di lokasi dan lima orang lainnya terluka. ”Beberapa dari lima korban itu mengalami luka yang mengancam nyawa,” ujar Wakil Ketua Kesatuan Polisi Universitas Chris Rozman, seperti dikutip Agence France-Presse.
Pelaku masuk ke area kampus dan melakukan penembakan di gedung akademik Berkey Hall sekitar pukul 20.18. Dua orang tewas di lokasi kejadian dan tiga orang terluka. Pelaku lantas berjalan menuju gedung MSU Union, yang berjarak sekitar 10 menit dari Berkey Hall. Gedung itu merupakan tempat yang populer di kalangan mahasiswa untuk makan, minum, dan belajar.
Sekitar pukul 20.30, pelaku kembali memuntahkan peluru. Satu orang tewas di tempat dan dua orang lainnya luka serius.
Pelaku lantas keluar lewat pintu utara. Kemudian, dia melarikan diri menuju Kota East Lansing, sebelum polisi tiba di lokasi. Polisi yang bertugas di MSU meminta ribuan mahasiswa yang sedang berada di kampus untuk mencari tempat berlindung.
Sekitar pukul 22.00, polisi merilis foto pelaku yang diambil dari rekaman CCTV. Saat itu polisi meminta agar mahasiswa tetap berada di dalam asrama.
Dari CCTV, pelaku terlihat mengambil senjata api dari dalam jaketnya. Ratusan petugas pun dikerahkan untuk memburu pelaku dengan ciri tersebut. Mereka juga meminta informasi dari publik apabila melihat sosok yang mirip.
Setelah melakukan pencarian, polisi MSU mengumumkan pada Selasa (14/2) sekitar pukul 00.30, bahwa tersangka ditemukan dalam kondisi tewas. Selama 4 jam itu pula mahasiswa MSU tetap siaga, menutup pintu, mematikan lampu, dan bersiap melawan semampunya jika bertemu pelaku.
Rozman mengatakan, pelaku ditemukan tewas bunuh diri. Namun, polisi belum mengungkap lokasi penemuan pelaku dan identitasnya. Hanya diketahui bahwa pria itu berusia 43 tahun. ”Pelaku tidak memiliki hubungan dengan MSU dan motifnya belum diketahui,” terang Rozman.
(jp)