Wartajakarta.id – Penembakan brutal terjadi di sebuah supermarket Walmart di kawasan Virginia, Amerika Serikat. Laporan awal menyebutkan 7 orang tewas dan kemungkinan bisa bertambah. Pelaku ternyata manajer toko yang memiliki senjata api.
“Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke supermarket Walmart di Chesapeake, di negara bagian Virginia, AS,” kata para pejabat setempat memberikan keterangan pers.
Seorang pria, diyakini sebagai manajer toko, melepaskan tembakan ke kerumunan orang dan kemudian mengarahkan senjatanya ke dirinya sendiri. Ia bunuh diri setelah melakukan aksi keji. Beberapa lainnya terluka dalam penembakan itu. Motif penyerang masih belum jelas.
Polisi mengatakan kepada wartawan bahwa serangan itu terjadi pada pukul 22:12 waktu setempat (03:12 GMT). Rekaman online menggambarkan situasi mencekam. Salah seorang saksi mata mengatakan sebuah ruangan dimasuki seorang manajer toko dan langsung melepaskan tembakan.
“Kami kehilangan beberapa rekan,” kata saksi mata yang menolak disebutkan namanya.
Polisi mengatakan penembakan itu diyakini terjadi di dalam toko, dan tersangka bertindak sendiri atau tunggal. Seorang juru bicara Rumah Sakit Umum Norfolk Sentara seperti laporan WAVY-TV mengatakan bahwa 5 orang dirawat di sana.
Salah satu keluarga korban mengatakan saudara laki-lakinya, seorang karyawan toko berusia 20 tahun, ditembak hanya 10 menit setelah masuk kerja. Keluarga lain bernama Joetta Jeffery mengatakan bahwa ibunya berada di dalam gedung ketika serangan itu terjadi, dan berhasil mengirim pesan teks. Jeffrey mengatakan ibunya tidak terluka tetapi trauma.
Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di kelab malam LGBT di negara bagian Colorado, AS, menewaskan lima orang dan melukai 17 lainnya. Pada 2019, penembakan massal di Walmart di kota El Paso di Texas menewaskan 23 orang.
(jp)