Wartajakarta.id – Seusai kejadian penembakan brutal pada Senin (13/2) malam waktu setempat, Michigan State University (MSU) mengumumkan bahwa semua aktivitas kampus dibatalkan hingga 48 jam ke depan. Sebab, polisi akan berdatangan ke area kampus untuk mencari barang bukti dan melakukan penyelidikan.
Selama ini, MSU dikenal sebagai salah satu universitas kenamaan di AS. Jumlah mahasiswanya mencapai 50 ribu orang. Imbas penembakan brutal itu, pada Selasa (14/2) seluruh sekolah negeri di East Lansing juga diliburkan sehari.
”Sangat mengerikan bagi semua siswa di sini dan di sekitar wilayah ini. Sekolah telah ditutup. Kejadian ini telah memengaruhi seluruh wilayah dan komunitas kami,” ujar Wali Kota Lansing Andy Schor.
Berdasar data dari kelompok Arsip Kekerasan Senjata, insiden di MSU adalah penembakan massal ke-67 sepanjang 2023. Peristiwa kemarin juga terjadi hanya sehari sebelum peringatan 5 tahun penembakan serupa di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang.
Kasus itu menambah panjang daftar korban tewas di ujung peluru di Negeri Paman Sam. Puluhan ribu orang meninggal setiap tahun karena tertembak. Entah karena tidak sengaja, bunuh diri, maupun penyerangan brutal.
Tahun lalu, ada lebih dari 600 penembakan massal di AS. Serangan dikategorikan penembakan massal jika korbannya minimal empat orang. Baik itu korban tewas maupun luka-luka.
(jp)