Wartajakarta.id – Harapan agar Rusia dan Ukraina melakukan gencatan senjata tak tercapai. Itu setelah pertempuran antara pasukan Rusia dan Ukraina berlanjut pada pekan lalu. Perang masih memanas sejak malam Tahun Baru dengan serangan rudal menghantam Ukraina.
Setelah Rusia mengakhiri gencatan senjata Natal yang dideklarasikan sendiri, pengeboman di wilayah timur Ukraina menewaskan sedikitnya satu orang. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim bahwa rudal Rusia menghantam Bakhmut dan posisi Ukraina lainnya.
“Gencatan senjata sepihak ini adalah kegagalan,” kata Zelensky.
Sebelum Natal, Rusia melakukan deklarasi gencatan senjata sepihak oleh Presiden Vladimir Putin. Akan tetapi, pada Sabtu akhir pekan lalu, justru tembakan meriam bergema di jalan-jalan yang hampir sepi di kota Bakhmut, Ukraina, seperti laporan Reuters.
Sebelumnya Moskow telah mengakhiri gencatan senjata Natal yang dideklarasikan sendiri.
Gencatan senjata 36 jam yang diumumkan oleh Putin seharusnya dimulai pada tengah hari waktu Moskow pada Jumat dan akan tetap berlaku hingga Sabtu tengah malam. Namun, pengeboman berlanjut sepanjang perayaan, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 14 lainnya.
(jp)