Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Pertolongan Korban Tragedi Itaewon Lambat Dikarenakan Jalan Padat
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Dunia > Pertolongan Korban Tragedi Itaewon Lambat Dikarenakan Jalan Padat
Dunia

Pertolongan Korban Tragedi Itaewon Lambat Dikarenakan Jalan Padat

Wartajakarta.id 31 Oktober 2022
Share
6 Min Read
SHARE

Wartajakarta.id – “Ini adalah bencana buatan manusia yang dipicu kurangnya kesadaran tentang keselamatan.” Pernyataan itu dilontarkan Shin Dong-min, seorang profesor di Korea National University of Transportation, terkait insiden saling injak di Distrik Itaewon, Seoul, Korsel, Sabtu (29/10).

Menurut dia, vendor dan pemerintah Itaewon seharusnya memiliki persiapan lebih baik untuk menghadapi lonjakan pengunjung.

“Saat itu 10 kali lebih ramai daripada biasanya,” ujar Moon Ju-young, salah seorang saksi mata. Para pemilik kafe, kelab, dan toko di Itaewon juga mengakui bahwa mereka tidak pernah melihat pengunjung sebanyak itu sebelumnya.

Setiap tahun memang ada perayaan Halloween di distrik yang terkenal akan kehidupan malamnya itu. Tapi, ini kali pertama dalam tiga tahun terakhir, pengunjung tak perlu memakai masker maupun menjaga protokol kesehatan. Pihak terkait sudah tahu bakal ada lonjakan pengunjung. Tapi, kemungkinan tidak ada yang memperkirakan jumlahnya mencapai 100 ribu orang lebih. Karena itu, polisi yang dikerahkan untuk menjaga lokasi hanya 200 orang.

Jumlah petugas yang minim tersebut berdampak luar biasa. Sebab, mereka tidak bisa merespons dengan cepat kejadian di lokasi. Jalanan yang penuh dengan pengunjung juga membuat rombongan mobil polisi, pemadam kebakaran, dan ambulans yang menuju lokasi tidak bisa masuk. Dalam beberapa video amatir, tampak polisi sampai harus naik ke atap mobil untuk meminta pengunjung minggir dan memberikan jalan bagi petugas.

Situasi di Itaewon saat itu memang sudah karut-marut karena begitu ramainya. Banyak pengunjung yang abai dan sibuk dengan dirinya sendiri. Hanya beberapa meter dari lokasi kejadian, orang-orang tetap berpesta dan menari. Padahal, saat itu polisi tengah kewalahan mengeluarkan orang-orang yang tertumpuk satu sama lain.

’’Itu mengerikan. Tidak semua orang mati seketika. Mereka masih menarik orang (keluar) karena sangat ramai. Ada juga orang-orang yang masih berpesta di jalanan. Pada dasarnya mereka tidak menyadari apa yang sedang terjadi,’’ ujar Emily Farmer, salah seorang saksi mata.

Para pakar menyatakan bahwa dalam banyak kasus orang terinjak, mereka meninggal karena henti jantung akibat kekurangan oksigen. Keterlambatan pertolongan pertama menentukan hidup dan mati para korban. Ada peluang selamat selama 4 menit setelah jantung terhenti. Peluang itu tidak bisa dimanfaatkan karena lambatnya kedatangan tim penyelamat akibat jalan yang terblokade.

Kementerian Dalam Negeri Korsel memaparkan bahwa demo di Distrik Gwanghwamun, Seoul, juga membuat konsentrasi polisi terpecah. Banyak petugas yang dikerahkan ke lokasi demo saat insiden di Itaewon terjadi. Beberapa orang di lokasi membantu melakukan resusitasi jantung paru (CPR).

’’Saya tidak bisa menahan air mata saat tidak ada seorang pun yang menawarkan bantuan, tapi terus memvideo,’’ ujar salah seorang pengunjung yang dimintai tolong petugas di lokasi untuk membantu CPR.

Badan Kepolisian Metropolitan Seoul melaporkan ada kenaikan jumlah korban jiwa. Hingga tadi malam (30/10) sudah mencapai 154 orang. Perinciannya, 98 perempuan dan 56 laki-laki. Seluruh keluarga korban sudah dihubungi, kecuali satu korban yang belum teridentifikasi.

Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan bahwa 20 warga asing termasuk dalam korban tewas. Mereka berasal dari AS, Uzbekistan, Austria, Norwegia, Vietnam, Kazakhstan, Iran, Rusia, dan Sri Lanka. Otoritas setempat juga menerima lebih dari 2.600 laporan orang hilang.

’’Saya sangat sedih atas hilangnya begitu banyak nyawa tadi malam, termasuk dua pemuda AS yang berpesta bersama teman-teman Korea mereka dan yang lainnya dari seluruh dunia,’’ ujar Duta Besar AS untuk Korsel Philip Goldberg.

Presiden Korsel Yoon Suk-yeol mengumumkan masa berkabung nasional. Dia menegaskan bahwa tragedi di Itaewon seharusnya tidak terjadi. ’’Pemerintah akan menyelidiki secara menyeluruh penyebab insiden itu dan membuat perbaikan untuk memastikan kecelakaan yang sama tidak terjadi lagi di masa depan,’’ ujarnya seperti dilansir Agence France-Presse. Yoon datang untuk meninjau lokasi secara langsung.

Wali Kota Seoul Oh Se-hoon juga memperpendek lawatannya ke Eropa dan bergegas pulang. Dia menyatakan bahwa altar peringatan akan didirikan di Seoul Plaza mulai pagi ini sehingga masyarakat dapat memberikan penghormatan kepada para korban.

GRAFIS (HERLAMBANG/JAWA POS)

—

HOROR MENGERIKAN DI MALAM HANTU-HANTUAN

  • Distrik Itaewon, Seoul, Korsel terkenal dengan perayaan Halloween tahunan. Ini perayaan pertama tanpa masker dalam tiga tahun sejak pandemi Covid-19.
  • Lebih dari 100 ribu orang datang ke Itaewon. Sekitar 200 lebih petugas kepolisian dikerahkan sepanjang 28–31 Oktober untuk mencegah aksi kejahatan.
  • Insiden saling berdesakan terjadi pada 29 Oktober pada pukul 22.15–22.22. Sebanyak 151 orang meninggal, 19 di antaranya berasal dari Iran, Uzbekistan, Tiongkok, dan Norwegia.
  • Mayoritas korban perempuan dan berusia belasan hingga awal 20-an tahun.
  • Ratusan orang terluka, 19 orang di antaranya dalam kondisi kritis. Sebanyak 15 korban luka bukan warga Korsel.
  • Sebanyak 1.700 personel dari seluruh Korsel dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Termasuk 520 pemadam kebakaran, 1.100 polisi, dan 70 petugas pemerintah.
  • Dipastikan insiden ini terjadi bukan karena terkait narkoba ataupun kebocoran gas.

Sumber: Koreaboo, The Guardian

(jp)

Previous Article 750 Peserta Ikuti Webinar KDRT
Next Article Tragedi Itaewon di Perayaan Halloween, Efek Domino yang Mematikan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima
Nasional 6 Oktober 2026
Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Nasional 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten
Nasional 3 Oktober 2026
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI
Nasional 2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya
Nasional 2 Oktober 2026
Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?
Nasional 1 Oktober 2026
Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional 1 Oktober 2026
Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Nasional 1 Oktober 2026
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might Also Like

Pemerintah Inggris Tolak Masuk Politisi Denmark Pembakar Al-Quran

Rusia-Ukraina Bertukar Ratusan Tawanan Perang

Rusia Klaim Berhasil Rebut Kota Tambang Garam Milik Ukraina

Kasus Covid-19 Tembus 31 Ribu, Tiongkok Lockdown, Ricuh Panic Buying

Buruknya Situasi Pandemi Covid-19 di Tiongkok Akhirnya Terungkap

You Might also Like

Dunia

Pilu, Mantan Karyawan Google Curhat Usai Dipecat Secara Mendadak

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 1 Februari 2023
Dunia

Retno Berjumpa Blinken di Pertemuan Menlu G20, Bahas Perdamaian Dunia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 3 Maret 2023
Dunia

Joe Biden Mendadak Kunjungi Ukraina, Janji Beri Dana dan Alat Tempur

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 22 Februari 2023
Dunia

Putin: Hubungan Rusia-Tiongkok Penting untuk Stabilitas Internasional

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 23 Februari 2023
Dunia

Masjid Indonesia Pertama di Inggris: Mimpi 26 Tahun Jadi Kenyataan

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 6 Desember 2022
Dunia

Kasihan, Pegawai Twitter Telat Gajian Usai Elon Musk Akuisisi

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 30 November 2022
Dunia

Respons Pabrik IPhone di Tiongkok soal Karyawan Kabur Hindari Lockdown

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 31 Oktober 2022
Dunia

Ngeri, Beredar Video Mobil di Jerman Dikemudikan Sopir Tanpa Kepala

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 8 Desember 2022
Dunia

Sehari, 200 Jenazah Penuhi Krematorium Khusus Covid-19 di Tiongkok

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 21 Desember 2022
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account