Wartajakarta.id – Perekonomian Tiongkok tengah menghadapi situasi sulit di tengah melonjaknya kasus Covid-19. Presiden Tiongkok memperkirakan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) 2022 Tiongkok tumbuh setidaknya 4,4 persen, tetapi dibayangi ancaman situasi darurat Covid-19.
Angka 4,4 persen merupakan angka yang jauh lebih kuat dari perkiraan banyak ekonom. Tetapi gelombang Covid-19 saat ini dapat menghambat pertumbuhan pada bulan-bulan mendatang.
“PDB tahunan Tiongkok diperkirakan telah melampaui 120 triliun yuan (USD 17,4 triliun) tahun lalu,” kata Xi dalam pidato Malam Tahun Baru.
Itu menyiratkan pertumbuhan lebih dari 4,4 persen, yang merupakan angka yang sangat kuat. Ekonom umumnya menduga pertumbuhan merosot ke tingkat antara 2,7-2,3 persen untuk tahun 2022. Pemerintah telah mempertahankan target pertumbuhan tahunan yang jauh lebih tinggi sekitar 5,5 persen.
“Ekonomi Tiongkok tangguh dan memiliki potensi dan vitalitas yang baik. Fundamental jangka panjangnya tetap tidak berubah,” kata Xi.
“Selama kita percaya diri dan mencari kemajuan dengan mantap, kita akan mampu mencapai tujuan kita,” katanya
Tantangan Berat
Dalam sambutannya, Xi mengaku Tiongkok menghadapi tantangan berat yang dialami banyak negara selama tiga tahun pengendalian pandemi. Pada tahun 2020, Xi mencurahkan banyak waktu untuk memuji pencapaian ekonomi Tiongkok, menyoroti bahwa itu adalah ekonomi global besar pertama yang mencapai pertumbuhan positif.
Namun, pada 2022, ekonomi Tiongkok terpukul oleh penguncian Covid yang meluas. Ledakan infeksi Covid, yang dipicu oleh pelonggaran pembatasan pandemi secara tiba-tiba pada awal Desember, mengaburkan harapan di sektor properti. Negara ini sedang berjuang melawan wabah Covid terbesar.
Analis juga memperkirakan ekonomi akan menghadapi awal yang bergelombang pada tahun 2023 dengan kemungkinan kontraksi pada kuartal pertama, karena lonjakan infeksi Covid mengurangi pengeluaran konsumen dan mengganggu aktivitas pabrik. Namun, beberapa memperkirakan ekonomi akan pulih setelah Maret, karena orang belajar hidup dengan Covid-19. Sejumlah analis memperkirakan pertumbuhan Tiongkok 2023 menjadi 5 persen.
(jp)