Wartajakarta.id – Raksasa teknologi dan mesin pencari, Google, baru-baru ini diterpa isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal sehubungan adanya upaya efisiensi keuangan yang tengah dilakukan. Akibat hal tersebut, sebanyak 12.000 karyawan Google dipecat.
Tapi rupanya, setelah melakukan pemangkasan karyawan sejumlah 12.000 orang, PHK massal di Google belum usai. Induk perusahaan Google, Alphabet, kembali melakukan PHK terhadap karyawannya yang kali ini dilakukan setelah perusahaan menutup kantor DeepMind di Edmonton, Kanada.
DeepMind adalah salah satu perusahaan teknologi milik Google yang bergerak di bidang Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dilansir dari Gizchina, menurut laporan, DeepMind menutup kantornya di Edmonton, Kanada.
Selain itu, perusahaan juga akan memberhentikan beberapa stafnya yang berada di kantor operasional Inggris. Seperti sudah dijelaskan di atas, beberapa hari lalu, perusahaan induk Google, Alphabet mengumumkan akan mem-PHK 12.000 karyawan. Langkah DeepMind juga merupakan bagian dari upaya Alphabet untuk memangkas biaya operasional.
Kantor DeepMind di Edmonton, Kanada, adalah satu-satunya kantor yang dikelola langsung oleh perusahaan. Ini membuat kantor menghabiskan lebih banyak sumber daya. Semua kantor DeepMind lainnya berada di dalam kantor Google.
Diketahui, PHK di perusahaan ini mengikuti ribuan PHK di raksasa teknologi lainnya termasuk Amazon, Microsoft, dan Meta. Beberapa staf perusahaan memiliki pilihan untuk pindah ke kantor lain. Ada kantor DeepMind di Montreal tetapi di kantor Google Montreal.
Sebagai informasi, Google mengakuisisi DeepMind pada tahun 2014, memberikannya keunggulan atas sebagian besar kompetitornya dalam kompetisi teknologi AI. Namun perkembangan ChatGPT baru-baru ini, sebuah chatbot oleh OpenAI yang didukung Microsoft, telah meningkatkan minat investor pada AI generatif.
Sekarang ada persaingan serius di bidang AI. “Saya yakin dengan peluang besar di depan kami karena kekuatan misi kami, nilai produk dan layanan kami, dan investasi awal kami dalam kecerdasan buatan,” kata CEO Alphabet Sundar Pichai belum lama ini.
Sementara terkait PHK massal Google sebelumnya, pemangkasan pekerja ini berdampak pada sekitar 6 persen dari keseluruhan karyawan Google. Pengumuman PHK ini diinformasi langsung CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai melalui email serta unggahan di blog perusahaan.
(jp)