Wartajakarta.id – Hubungan antara Perdana Menteri Malaysia terpilih Anwar Ibrahim dan eks PM Muhyiddin Yassin masih memanas. Anwar Ibrahim mengutus pengacara untuk mengirim surat kepada Muhyiddin yang isinya tuntutan permintaan maaf.
Amwar mengirimkan surat kepada Ketua Perikatan Nasional Muhyiddin Yassin untuk meminta maaf tanpa syarat atas tuduhan bahwa Anwar dibayar RM15 juta saat menjadi penasihat ekonomi untuk Selangor. Pengacara SN Nair & Partners mewakili Anwar menyampaikan surat tuntutan itu.
Menurut pengacara Datuk SN Nair, kliennya yaitu Anwar Ibrahim menuntut Muhyiddin segera mencabut video TikTok dengan nama “@beritakini8” pidatonya tentang Anwar saat kampanye Pilkada Padang Serai yang diduga mengandung fitnah. Anwar menuntut agar Muhyiddin menghapus semua yang menyinggung dan memfitnah. Nair mengatakan kliennya juga menuntut upaya tertulis dari Muhyiddin untuk tidak mengulangi tuduhan dan komentar apa pun dalam video tersebut.
“Jika klien saya tidak menerima tanggapan yang memuaskan dalam waktu tiga hari sejak diterimanya pemberitahuan ini, instruksi kami adalah mengajukan perintah pengadilan dan melanjutkan tindakan hukum terhadap Muhyiddin,” katanya.
Berdasarkan pemberitahuan permintaan, Muhyiddin pada 5 Desember diduga mengungkapkan atau menyebabkan diterbitkannya kutipan dari pidato tersebut, yang telah dilihat lebih dari 1,1 juta kali, 6.061 komentar, lebih dari 21.400 suka, dan dibagikan 2.169 kali sejak tanggal pemberitahuan.
Menurut Nair, video itu dibuat dengan niat jahat terhadap kliennya, Anwar Ibrahim. Isinya sangat tidak benar dan merupakan distorsi fakta yang menunjukkan ketidakwajaran moral dan hukum.
(jp)