Wartajakarta.id – Rusia kembali melancarkan serangan di sebuah gedung apartemen di Dnipro, Ukraina. Sedikitnya 40 warga sipil tewas dalam peristiwa itu.
Kru penyelamat masih mencari korban yang selamat di reruntuhan. Gubernur daerah Dnipropetrovsk Valentyn Reznichenko mengatakan di media sosial bahwa serangan itu telah melukai 75 orang dan nasib 35 lainnya tidak diketahui.
Serangan rudal itu terjadi Sabtu (14/1). Angkatan udara Ukraina mengatakan serangan rudal itu menggunakan rudal Kh-22 yang diluncurkan dari wilayah Kursk Rusia. Pejabat militer mengatakan pasukan Ukraina menembak jatuh 21 dari total 33 rudal yang ditembakkan Rusia hari itu, tetapi Ukraina tidak memiliki sistem yang mampu mencegat Kh-22.
Pasukan Rusia telah berulang kali menyerang sasaran rakyat sipil sejak menginvasi Ukraina pada Februari tahun lalu. Meski begitu, Rusia telah berulang kali membantah melakukan hal itu.
“Kami tidak menyerang bangunan tempat tinggal atau infrastruktur sosial, tetapi menyerang sasaran militer,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dilansir dari VOA News, Senin (16/1).
Peskov mengatakan apa yang terjadi di Dnipro disebabkan oleh pertahanan udara Ukraina. Rusia menegaskan tidak menyerang warga sipil.
Reaksi Zelensky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan terima kasih atas dukungan dari seluruh dunia setelah serangan itu. Ia mengapresiasi dukungan negara lain untuk bersatu melawan teror.
“Sangat penting bahwa semua orang normal bersatu dalam menanggapi teror,” ujarnya.
“Kejahatan sangat peka terhadap kepengecutan,” kata Zelenskyy.
“Kejahatan selalu mengingat mereka yang takut atau mencoba menawar dengannya. Dan ketika datang setelah Anda, tidak akan ada yang melindungi Anda,” katanya.
(jp)