Wartajakarta.id – Salah satu pesawat tempur yang digunakan Rusia dalam perang melawan Ukraina adalah pesawat pembom berjuluk White Swan, Tu-160. Pesawat itu adalah pesawat pembom supersonik terberat dan tercepat di dunia. Tak disangka sebagian pesawat itu ternyata pernah dimiliki Ukraina.
Hal itu mungkin mengejutkan. Setengah dari Tu-160 milik Rusia pernah dimiliki Ukraina, sama seperti ratusan rudal yang dapat mereka bawa. Sejarah mencatat, selama kampanye perlucutan senjata setelah jatuhnya Uni Soviet, Moskow menerima Tu-160 sebagai pembayaran utang gas alam dari Kiev.
Moskow memiliki 16 White Swan Tu-160 dan telah menggunakannya sebagai kartu truf dalam konfrontasi barunya dengan Barat. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka terbang melintasi Kutub Utara untuk melanggar wilayah udara AS dan Kanada, mendarat di Venezuela dan meluncurkan rudal jelajah ke Syria.
Sejak Maret lalu, White Swan telah menghujani Ukraina. Mereka lepas landas dari pangkalan udara dekat kota Saratov di Sungai Volga dan meluncurkan rudal non-nuklir tanpa memasuki wilayah udara Ukraina.
Penggunaan pesawat dengan senjata tua tersebut juga diketahui oleh AS. Pada akhir tahun lalu, menurut pejabat senior militer Amerika Serikat (AS), hal itu dilakukan Moskow karena stok senjata barunya mulai menipis.
“Mereka (Rusia) telah mengambil dari persediaan amunisi yang sudah tua, yang menunjukkan bahwa mereka bersedia menggunakan amunisi yang lebih tua, beberapa di antaranya diproduksi lebih dari 40 tahun yang lalu,” kata pejabat militer AS.
(jp)