Wartajakarta.id – Setelah Jerman berjanji bakal mengirim tank Leopard ke Ukraina untuk melawan Rusia, kali ini giliran Amerika Serikat yang mengirim bantuan amunisi dan tank untuk Ukraina. Presiden Joe Biden pada Rabu (25/1) mengumumkan bahwa AS akan mengirim 31 tank tempur M1 Abrams ke Ukraina.
Keputusan AS menyusul Jerman yang setuju untuk mengirim 14 tank Leopard 2 A6. Jerman mengatakan Leopard tidak akan dikirim kecuali AS segera mengirim Abrams.
Biden mengatakan bahwa secara total sekutu Eropa telah setuju untuk mengirim pasokan tank untuk melengkapi dua batalyon tank Ukraina. Total ada 62 tank.
“Dengan mendekatnya musim semi, pasukan Ukraina mempertahankan wilayah yang mereka kuasai dan mempersiapkan serangan balasan tambahan,” kata Biden dalam pengumuman keputusannya untuk mengirim tank.
“Untuk membebaskan tanah mereka, mereka harus mampu melawan taktik dan strategi Rusia yang berkembang di medan perang dalam waktu dekat,” kata Biden.
Pengumuman itu mengakhiri kebuntuan antara Jerman dan Amerika Serikat. Pejabat administrasi Biden berusaha untuk mengecilkan gesekan antara kedua negara karena keduanya mengungkapkan rencana itu. Kedua belah pihak telah berpartisipasi dalam percakapan diplomatik.
Paket senilai USD 400 juta juga mencakup delapan kendaraan pemulihan M88, kendaraan beroda rantai mirip tank yang dapat menderek Abrams jika macet. Secara keseluruhan, Prancis, Inggris, AS, Polandia, Jerman, Belanda, dan Swedia akan mengirim ratusan tank dan kendaraan lapis baja berat untuk membentengi Ukraina saat memasuki fase baru perang dan berupaya menerobos garis pertahanan Rusia.
Reaksi Rusia
Duta Besar Rusia untuk Jerman Sergey Nechayev menyebut keputusan Berlin untuk mengirim tank Leopard 2 ke Ukraina sangat berbahaya. Nechayev mengatakan dalam sebuah pernyataan online bahwa langkah tersebut meningkatkan konflik ke tingkat konfrontasi baru dan bertentangan dengan pernyataan politisi Jerman tentang keengganan mereka untuk terlibat di dalamnya.
(jp)