Wartajakarta.id – Kementerian Luar Negeri Singapura meminta warganya untuk menunda perjalanan yang tidak penting ke daerah di Indonesia yang terkena dampak menyusul letusan Gunung Semeru di Jawa Timur. Sejauh ini belum ada laporan warga Singapura terkena dampak.
Setelah letusan gunung berapi pada 4 Desember, pihak berwenang Indonesia menaikkan status siaga Semeru ke Level 4 yang berarti Awas.
Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Indonesia telah mengimbau warga untuk menjaga jarak setidaknya 8 km dari kawah dan untuk menghindari aktivitas dari wilayah tenggara Gunung Semeru di sepanjang sungai Besuk Kobokan, hingga 17 km dari kawah, dan 500 m dari bantaran sungai Besuk Kobokan.
Kementerian Luar Negeri Singapura juga mengimbau warganya di Kabupaten Lumajang dan Malang untuk memantau perkembangan dengan cermat dan menghindari Gunung Semeru dan sekitarnya. Lumajang pada Senin (5/12) mengumumkan darurat 14 hari setelah Gunung Semeru meletus.
Warga negara Singapura di luar negeri harus mendaftar secara elektronik ke MFA di eregister.mfa.gov.sg. Mereka yang membutuhkan bantuan konsuler dapat menghubungi Kedutaan Singapura di Jakarta.
“Telp: +62 (21) 2995 0400 selama jam kantor, atau hotline 24 jam +62 811 863 348 di luar jam kantor,” tegas pihak Kemenlu Singapura seperti dilansir The Straits Times.
(jp)