Wartajakarta.id – Sejumlah negara membatasi ketat turis asal Tiongkok karena dianggap kasus Covid-19 di negara itu sedang tak terkendali. Korea Selatan dan Jepang adalah dua negara destinasi pelancong yang melakukan hal itu ke turis asal Tiongkok.
Hal ini rupanya membuat pemangku kebijakan Tiongkok merasa ada perlakuan diskriminasi dari dua negara tetangganya di Asia Timur tersebut. Tiongkok pun membalasnya dengan memblokir visa untuk Korea Selatan dan Jepang.
Tiongkok juga telah berhenti mengeluarkan visa jangka pendek kepada warga dari Korea Selatan dan Jepang sebagai pembalasan atas pembatasan Covid-19 pada pelancong Tiongkok.
Beijing menilai apa yang dilakukan kedua negara adalah keputusan dikriminatif.
“Akan tetap berlaku sampai pembatasan masuk yang diskriminatif terhadap Tiongkok dicabut,” kata otoritas Tiongkok seperti dilansir dari BBC, Rabu (11/1).
Jepang dan Korea Selatan bukan satu-satunya negara yang memberlakukan persyaratan ketat bagi pelancong dari Tiongkok. Jepang, mengizinkan turis Tiongkok masuk ke negara itu asalkan mereka dinyatakan negatif Covid. Kebijakan itu mirip dengan Inggris dan AS. Kedutaan besar Beijing di Seoul dan Tokyo mengonfirmasi pembatasan visa baru bagi pengunjung ke Tiongkok.
Reaksi Turis Tiongkok
Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan, sekitar sepertiga dari semua kedatangan dari Tiongkok dinyatakan positif Covid sebelum pembatasan visa diberlakukan.
Di Bandara Internasional Incheon Seoul kedatangan turis Tiongkok disambut oleh personel militer dengan peralatan pelindung diri. Para pelancong diantar ke pusat pengujian bandara.
“Secara pribadi, saya pikir tidak apa-apa. Saya telah mengalami jauh lebih buruk selama pandemi ini,” kata William, seorang pengusaha asal Shanghai yang mengaku tak masalah dengan aturan itu.
“Menurut saya itu sama sekali tidak ilmiah,” kata Emily, yang datang dari Hong Kong.
“Saya merasa agak tidak adil di sisi ini,” ungkap yang lain.
(jp)