Wartajakarta.id – Presiden Rusia Vladimir Putin meniadakan konferensi pers akhir tahun untuk pertama kalinya dalam 10 tahun kepemimpinannya. Kremlin mengumumkan kepastian itu pada Senin (12/12), saat perang di Ukraina memasuki bulan ke-10.
“Untuk konferensi pers besar, itu tidak akan digelar sebelum Tahun Baru,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.
“Tapi, kami berharap Presiden masih memiliki kesempatan untuk berbicara dengan jurnalis, seperti yang biasa dia lakukan, termasuk selama kunjungan luar negeri,” tambah Peskov.
Peskov tidak memberikan alasan untuk mematahkan tradisi konferensi pers. Akan tetapi, invasi Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina kemungkinan besar menjadi faktor penting dalam keputusan tersebut, seperti laporan harian bisnis RBC.
Putin selama ini mengadakan konferensi pers dengan wartawan Rusia dan asing pada Desember di sebagian besar masa pemerintahannya. Ia akan menjawab pertanyaan tentang berbagai topik yang berkaitan dengan kebijakan dalam dan luar negeri Rusia.
Tahun lalu, Kremlin memilih sekitar 500 jurnalis Rusia dan asing untuk berpartisipasi dalam konferensi pers tahunan Putin, meski banyak media tidak dapat mengajukan pertanyaan karena pembatasan Covid-19. Tahun lalu, beberapa media editorial independen, termasuk Novaya Gazeta mengatakan mereka tidak menerima undangan ke acara tahunan tersebut.
Beberapa pertanyaan pada acara empat jam tahun lalu didedikasikan untuk situasi geopolitik di Ukraina.
“Ini bukan pilihan kami, kami tidak menginginkan ini,” kata Putin Desember lalu saat menjawab pertanyaan tentang potensi konflik dengan Ukraina.
Rusia memulai invasi ke Ukraina pada 24 Februari. Sejak saat itu mobilisasi belum berakhir hingga saat ini.
(jp)