Wartajakarta.id – Mutasi Covid-19 belum selesai. Kali ini muncul lagi turunan Omicron XBB yakni Omicron XBB.1.5 yang memicu lonjakan rawat inap di Amerika Serikat. Varian yang dijuluki varian super ini kini sudah ditemukan di Korea Selatan.
Sebagai salah satu subvarian Omicron terbaru, XBB.1.5 baru-baru ini menyebar dengan kecepatan yang mengkhawatirkan di AS. Kemampuannya diyakini mampu menghindari kekebalan.
Subvarian Omicron XBB.1.5 kini tiba di Korea. Pihak berwenang khawatir atas penyebaran jenis yang diyakini memiliki resistensi atau kebal terhadap terhadap vaksin.
“Varian XBB.1.5 telah terdeteksi sejak 8 Desember 2022. Sejauh ini, total 13 kasus XBB.1.5 telah dikonfirmasi, termasuk 6 kasus di Korea dan 7 kasus dari luar negeri,” kata Badan Pengendali dan Pencegahan Penyakit Korea seperti dilansir Asia News.
XBB adalah rekombinan dari sublineage BA.2.10.1 dan BA.2.75, memasuki Korea pada Oktober tahun lalu telah dikonfirmasi sebelumnya. XBB.1.5 adalah subvarian dari XBB, yang diturunkan dari BA.2, yang dikenal sebagai stealth omicron.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, subvarian XBB.1.5 menyumbang 21,7 persen dari semua infeksi Covid-19 di sana pada 24 Desember, dan kemudian hampir dua kali lipat dalam seminggu mencapai 40,5 persen dari total Covid-19 pada hari Sabtu akhir tahun 2022.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea mengatakan bahwa pada 24 Desember, hanya 5,7 persen kasus Covid-19 di Korea yang merupakan subvarian, termasuk XBB.1.5. Akan tetapi ada kemungkinan XBB.1.5 akan menjadi dominan dalam jangka waktu tertentu, seperti yang terjadi di AS.
Kekhawatiran berkembang karena para peneliti di Universitas Columbia baru-baru ini mengumumkan bahwa subvarian XBB memiliki resistensi terhadap vaksin serta pengobatan monoklonal untuk COVID-19. Sementara itu, Korea juga memperketat tindakan karantina bagi pendatang, dari Tiongkok, Hongkong dan Makau.
(jp)