Wartajakarta.id–Otoritas Tiongkok tidak mengungkapkan data pasti berapa kasus dan angka kematian Covid-19. Namun potret dan kondisi di lapangan sudah menunjukkan betapa daruratnya situasi wabah di sana.
Video memilukan menampilkan antrean panjang di luar krematorium di Tiongkok. Video itu dibagikan ahli kesehatan Tiongkok Eric Feigl-Ding di Twitter. Kondisi itu menyebarkan ketakutan warga Tiongkok akan Covid-19.
Video memilukan itu menampilkan keluarga yang membawa jenazah dan antre selama berjam-jam untuk dikremasi. Dalam video itu tampak sejumlah keluarga mengenakan busana hitam karena berduka plus memakai masker.
”Antrean panjang di krematorium… bayangkan Anda tidak hanya harus menunggu berjam-jam untuk mengkremasi orang-orang yang Anda cintai, tetapi harus melakukannya dengan membawa jenazah mereka selama berjam-jam… mari berempati terhadap gelombang mengerikan #COVID19 yang menerjang Tiongkok,” kata Dang seperti dilansir dari India Today, Selasa (27/12).
Sebuah dokumen yang bocor konon dari Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok menunjukkan, sekitar 248 juta orang di seluruh negeri atau sekitar 17,56 persen dari total populasi, tertular Covid-19 antara 1 dan 20 Desember.
Setelah secara efektif mencabut kebijakan nol-Covid, Tiongkok menghadapi lonjakan pandemi yang semakin sulit dipantau dan dikendalikan. Rumah sakit menjadi penuh sesak dan juga kamar mayat. Pihak berwenang mengatakan mereka tidak akan lagi merilis angka kematian harian.
Laporan Euronews, di wilayah Qingdao, outlet berita lokal melaporkan ada setengah juta kasus baru setiap hari. Di dalam dan sekitar Shanghai, hampir 3 ribu pusat konsultasi atau klinik demam telah dibuka.
Klinik itu menawarkan saran serta obat-obatan seperti antipiretik dan analgesik. Langkah-langkah tersebut dimaksudkan untuk menjadi solusi di saat frustasi ini.
(jp)