Wartajakarta.id – Tiongkok memiliki peternakan babi di sebuah gedung pencakar langit dengan 26 lantai. Dari dalam gedung itu, ancaman virus zoonosis dari babi yang dapat melompat ke manusia mulai dikhawatirkan peneliti.
Ahli epidemiologi Australia memperingatkan peternakan babi di gedung pencakar langit Tiongkok dapat menciptakan virus penyebar super baru. Hal itu terjadi saat penduduk Tiongkok saat ini tengah memberontak atau memprotes kebijakan Nol-Covid dari Presiden Xi Jinping.
“Menjadi wabah tak tertahankan dari virus baru dari peternakan babi gedung pencakar langit di Tiongkok,” katanya.
Peternakan babi industri 26 lantai yang menyerupai blok apartemen biasa baru-baru ini selesai dibangun di provinsi Hubei dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 1,2 juta hewan per tahun. Bangunan lain di kompleks ini akan segera selesai berupa fasilitas gabungan seluas 800 ribu meter persegi menampung hingga 650.000 babi pada waktu tertentu, menurut perusahaan di belakang peternakan, akun WeChat resmi Hubei Zhongxin Kaiwei Modern Farming.
Bangunan tersebut merupakan bagian dari upaya baru pemerintah Tiongkok untuk meningkatkan industri pertaniannya dan membangun beberapa fasilitas pembibitan di seluruh negeri.
Mengapa bisa menularkan virus dari dalam gedung?
Pola bangunan seperti itu menimbulkan kekhawatiran besar akan virus zoologi lain yang tak terbendung dan muncul di Tiongkon. Ketua Epidemiologi Universitas Deakin, Catherine Bennett, mengatakan babi memiliki kemampuan unik untuk menyimpan virus influenza.
Burung dan manusia membuat mutasi virus lebih mungkin jika terjadi koinfeksi. Profesor Bennett mengeluarkan prediksi suram tentang peternakan babi tersebut. Ia memperingatkan lebih banyak virus dapat menyebar dengan cepat dan tidak terduga dari area tersebut.
“Babi tampaknya tidak rentan terhadap SARS-CoV-2, tetapi mereka memiliki virus Korona babi sendiri sehingga masih menimbulkan risiko peristiwa rekombinasi lain, yang menggabungkan RNA virus Korona babi dengan SARS-CoV-2 atau RNA virus Korona manusia lainnya, yang menciptakan novel Coronavirus lain yang mampu menginfeksi manusia,” kata Profesor Bennett kepada SkyNews.com.au.
Peternakan intensitas tinggi semacam ini dapat meningkatkan kemungkinan kejadian rekombinasi dengan cepat di antara sejumlah besar babi dan manusia yang menanganinya. Apalagi peternakan pencakar langit baru telah bermunculan di seluruh negeri untuk memenuhi permintaan yang sangat besar.
Menyusul keputusan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Tiongkok pada tahun 2019 yang mengizinkan pembangunan peternakan bertingkat tinggi, lebih dari 60 bangunan semacam itu telah direncanakan di provinsi Sichuan saja.
Lonjakan produksi daging babi lokal terjadi menyusul wabah Demam Babi Afrika pada akhir 2021 yang telah membunuh 200 juta babi tahun ini.
(jp)