Wartajakarta.id – Di ujung akhir pandemi Covid-19, dunia terancam subvarian baru Omicron BQ.1.1 dan XBB. Subvarian ini lebih kuat menghindari kekebalan dari vaksin. Kedua subvarian ini diprediksi akan menjadi varian dominan di dunia.
Apalagi musim dingin di berbagai belahan dunia semakin dekat memicu kekhawatiran munculnya varian baru. Ahli memperkirakan subvarian virus ini tampaknya akan mendorong gelombang infeksi di seluruh Benua Eropa dan AS setelah muncul di Asia Tenggara diawali Singapura.
INSACOG atau Konsorsium SARS-CoV-2 India untuk Genomics, sekelompok 54 laboratorium di seluruh negeri yang memantau berbagai virus, mengatakan peningkatan moderat dalam penyebaran XBB di Singapura telah diamati. “Namun, belum ada laporan peningkatan keparahan penyakit atau peningkatan rawat inap terkait dengan varian ini,” tulis laporan tersebut.
Di India, gejalanya dilaporkan ringan seperti sub-garis keturunan Omicron lainnya, dan tidak ada peningkatan keparahan yang tercatat. Meski tingkat keparahannya mungkin rendah, organisasi tersebut mengatakan bahwa hampir 50 persen sampel yang diurutkan dalam beberapa minggu terakhir dinyatakan positif.
Seperti dilansir WION, varian XBB pertama kali dilaporkan di Singapura dan diperkirakan akan menjadi strain dominan Covid berikutnya. Pakar kesehatan berharap tingkat kekebalan penduduk dari vaksin membuat gejala tidak akan menyebabkan penyakit parah.
Hingga pertengahan Oktober, lebih dari 60 persen kasus baru di Singapura dikaitkan dengan varian XBB. Strain Omicron baru seperti XBB, BA.5 dan BQ.1.1 juga dikenal sebagai varian Scrabble. Istilah yang diciptakan oleh Peter Hotez, salah satu direktur Pusat Pengembangan Vaksin di Rumah Sakit Anak di Texas. Julukan mengacu pada huruf B, Q, dan X yang mengambil banyak poin dalam permainan.
Terkait gejalanya, para ahli mengatakan bahwa XBB telah ditemukan untuk menghindari perlindungan yang diturunkan dari vaksin dalam sebuah penelitian. Namun, vaksinasi dapat mencegah gejala parah. Gejala mirip seperti influenza biasa. Pasien mengalami batuk, flu, dan demam yang ringan.
(jp)