Wartajakarta.id – Setelah dikritik habis-habisan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), akhirnya Tiongkok mengakui adanya 60 ribu kematian akibat Covid-19 sejak Desember 2022. Angka itu menggambarkan situasi darurat Covid-19 di Tiongkok bukan isapan jempol. Kini situasinya semakin dikhawatirkan karena jutaan orang bakal pulang kampung melakukan perjalanan menyambut perayaan Imlek.
Warga Tiongkok yang pulang untuk liburan dikhawatirkan para ahli kesehatan dapat meningkatkan wabah Covid-19 yang telah merenggut ribuan nyawa. Setelah kontrol kebijakan nol-Covid dicabut, kasus meledak.
Pihak berwenang pada Sabtu (14/1) mengatakan hampir 60.000 orang dengan Covid-19 meninggal di rumah sakit antara 8 Desember 2022 dan 12 Januari 2023. Bahkan angka itu kemungkinan besar mengecualikan banyak orang yang meninggal di rumah, terutama di daerah pedesaan dengan sistem medis yang lebih lemah.
Stok Obat di Pedesaan Kritis
Beberapa ahli memperkirakan lebih dari 1 juta orang di Tiongkok akan meninggal akibat penyakit tersebut tahun ini. Menjelang Imlek, klinik memperkuat persediaan obat-obatan dan peralatan medis.
“Puncak infeksi Covid-19 di desa kami telah berlalu, tetapi festival musim semi sudah dekat dan masih ada warga desa yang tertinggal, terutama orang lanjut usia, yang berisiko terkena infeksi sekunder,” kata seorang dokter di provinsi Shaanxi dalam sebuah artikel outlet Red Star News.
“Kalau antivirus dan obat lain lebih banyak, saya akan lebih percaya diri,” tambahnya.
Selain obat demam dan persediaan oksigen, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengatakan akan melengkapi setiap klinik desa dengan oksimeter denyut. Stasiun kereta api utama Beijing telah dipadati penumpang yang meninggalkan ibu kota dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, kedatangan harian di pusat perjudian Makau melebihi 55 ribu orang. Di Hongkong, pemerintah mengatakan akan meningkatkan jumlah orang yang dapat melewati titik kontrol perbatasan darat yang ditunjuk ke daratan menjadi 65 ribu orang per hari dari 50 ribu antara 18 Januari dan 21 Januari.
(jp)