Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Ancaman Pesisir Utara Jawa kian Nyata, Giant Sea Wall Penting
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Nasional > Ancaman Pesisir Utara Jawa kian Nyata, Giant Sea Wall Penting
Nasional

Ancaman Pesisir Utara Jawa kian Nyata, Giant Sea Wall Penting

Wartajakarta.id 22 Januari 2024
Share
5 Min Read
SHARE

Ancaman pesisir utara Jawa kian nyata. Giant sea wall penting bagi perlindungan ekonomi dan kelangsungan hidup 50 juta penduduk di pantai utara Jawa.

Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) atau Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim 2021 menyebut, kawasan Asia Tenggara akan mengalami dampak yang cukup parah akibat perubahan iklim. Kerentanan kawasan tersebut terhadap kenaikan permukaan air laut juga ditemukan lebih cepat terjadi dibandingkan daerah lain. Hal ini semakin diperburuk oleh pergeseran tektonik dan efek surutnya air tanah.

Laporan menandakan bahwa tenggelamnya pesisir utara Pulau Jawa, dapat disimpulkan bukan lagi sebuah prediksi. Melainkan sudah menjadi ancaman. Bahkan sejumlah peneliti juga menyebut tiga kota di Jawa akan terkena dampak lebih awal, yakni Jakarta, Semarang, dan Pekalongan.

Daya dukung dan daya tampung Pulau Jawa memang terhitung berat, seperti ancaman erosi, abrasi, banjir, penurunan permukaan tanah (land subsidence) di sepanjang daerah Pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa yang terpantau bervariasi antara 1–25 cm/tahun, serta kenaikan permukaan air laut sebesar 1–15 cm/tahun di beberapa lokasi.

Pada sisi lain, merujuk publikasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, terungkap bahwa Pulau Jawa adalah salah satu kontributor terbesar dalam PDB Nasional tersebut dengan share mencapai sebesar 57,12%. Angka tersebut sekaligus memperlihatkan Pulau Jawa sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi secara spasial.

“Studi JICA pertumbuhan di kawasan Pantura 20% dari GDP Indonesia dengan kegiatan industri, perikanan, transportasi, dan pariwisata. Jumlah penduduk di Pantura itu 50 juta, jadi yang terdampak 50 juta orang. Nah, tentu tidak hanya membahayakan kelangsungan ekonomi dan infrastruktur tetapi juga kelangsungan hidup masyarakat,” ungkap Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, saat menyampaikan opening speech pada Seminar Nasional: Strategi Perlindungan Kawasan Pulau Jawa, Melalui Pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Laut (Giant Sea Wall), di Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Adanya beragam ancaman yang mengintai kawasan Pantura Jawa tentu akan mempengaruhi keberlangsungan aktivitas ekonomi dan meningkatkan potensi bencana bagi jutaan penduduk yang berdiam di daerah tersebut. Selain itu, fenomena degradasi di Pantura Jawa yang tidak tertangani diperkirakan juga akan mengancam keberadaan dari 70 kawasan industri, lima kawasan ekonomi khusus, 28 kawasan peruntukan industri, lima wilayah pusat pertumbuhan industri, serta berbagai infrastruktur logistik nasional seperti bandara, jalur kereta api, hingga pelabuhan.

Mengatasi ancaman (fenomena kenaikan permukaan laut, hilangnya  tanah) dan dan sekaligus juga menjawab peningkatan kualitas hidup sebagian rakyat Indonesia, pemerintah melalui Kemenko Perekonomian menggelar seminar nasional tentang giant sea wall (GSW) atau tanggul laut raksasa. Menko Airlangga berharap, kegiatan seminar tersebut sebagai kick-off program GSW.

Giant Sea Wall 

Giant sea wall atau tembok laut raksasa merupakan struktur yang dibangun di sepanjang pantai yang memisahkan lahan dan air. Mengutip situs Bank Data Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, tembok atau tanggul tersebut dibangun terutama untuk mencegah erosi dan kerusakan akibat gelombang laut.

Selain  untuk menangani banjir di wilayah yang  posisinya berada di bawah permukaan air laut, melansir laman resmi Kementerian PUPR (2014),  GSW berfungsi  juga menampung air dengan jumlah cukup banyak sebagai sumber air bersih.

Merujuk  artikel  “Pembangunan Giant Sea Wall: Bermanfaatkah Bagi Masyarakat Perikanan?” yang diunggah di journal.ipb.ac.id, disebutkan bahwa pembangunan GSW di Teluk Jakarta merupakan program pembangunan yang diluncurkan sejak 2010. Awalnya, proyek yang sudah bahkan sempat di-groundbreaking pada 9 Oktober 2014 itu bertujuan untuk pengendalian banjir. Tapi, kemudian berkembang ke berbagai sektor untuk pembangunan ekonomi daerah.

Meski tujuan pembangunan makin meluas, pembangunan GSW sepanjang 32 kilometer yang dikenal juga sebagai proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN), tetap berorientasi pada pengendalian banjir yang disebabkan karena sebagian wilayah DKI Jakarta ada di bawah permukaan laut. Penurunan permukaan laut sendiri terjadi karena pengambilan air tanah yang berlebihan.

Berdasarkan kajian Kementerian PUPR, proyek GSW  untuk wilayah Jakarta akan terdapat tiga fase pembangunan, yakni pembangunan tanggul pantai dan sungai serta sistem pompa dan polder, pembangunan tanggul laut dengan konsep terbuka (open dike) pada sisi sebelah barat pesisir utara Jakarta, serta pembangunan tanggul laut pada sisi sebelah timur pesisir utara Jakarta.

Previous Article Kemenkes: Pelayanan Penyakit Kronis Terus Diperluas
Next Article Budi Gunadi Sadikin: Rumah Sakit Kemenkes Harus Dapat Bersaing Dengan Swasta 
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas
Nasional 16 Oktober 2026
Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik
Nasional 16 Oktober 2026
Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN
Nasional 15 Oktober 2026
Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima
Nasional 6 Oktober 2026
Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Nasional 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten
Nasional 3 Oktober 2026
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI
Nasional 2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya
Nasional 2 Oktober 2026
Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?
Nasional 1 Oktober 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might Also Like

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029 di Gedung MPR/DPR RI

UT Bersama Asosiasi Rektor Merah Putih Gelorakan Deklarasi Kebangsaan

Presiden Jokowi Apresiasi Peningkatan Aktivitas di Bandara Internasional Kertajati

Tari Nusantara Etam, Tarian untuk IKN dari Butet Kartaredjasa

Bertemu Ketua Oposisi Australia, Presiden Jokowi Bahas Peningkatan Kerja Sama Strategis Kedua Negara

You Might also Like

Nasional

Budi Arie Setiadi: Seluruh Pihak Terlibat Judi Online Akan Dibawa ke Ranah Pidana

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 9 Agustus 2023
Nasional

Menhan Prabowo Subianto Hadiri Pelantikan KSAD Maruli Simanjuntak

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 29 November 2023
Nasional

Presiden Jokowi Sambut Kunjungan Kenegaraan PM Palestina Mohammad I.M. Shtayyeh

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 24 Oktober 2022
Nasional

Presiden Prabowo Subianto dan Dewan Ekonomi Nasional Bahas Sejumlah Isu Strategis Ekonomi

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 6 Desember 2024
Nasional

Para Dubes Negara Sahabat Sampaikan Pandangannya Soal Jokowi dan Peran Indonesia di Kancah Global

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 20 Februari 2023
Nasional

Mengenal Shakti, Maskot Baru Timnas Indonesia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 2 Agustus 2024
Nasional

BMKG: Sepekan ke Depan Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 14 Oktober 2022
Nasional

Pameran Alat Kesehatan dan Farmasi Sebagai Ajang Capaian Transformasi Ketahanan Kesehatan Resmi Dibuka

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 9 November 2023
Nasional

Presiden Joko Widodo Tiba di Republik Kenya

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 21 Agustus 2023
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account