Wartajakarta.id – CEO Apple, Tim Cook, dikabarkan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. Hal itu dilakukan dalam lawatan kerja di kawasan Asia Pasifik.
Lewat pertemuan itu, Tim Cook meminta Kishida untuk mempertimbangkan perlindungan privasi pengguna smartphone Apple. Terlebih jika Jepang mengambil keputusan untuk membuat undang-undang distribusi aplikasi smarpthone.
Harian Nikkei dikutip via Japan Times melaporkan, Tim Cook melakukan itu di tengah keputusan Uni Eropa (UE) yang memaksa Apple dan produsen lainnya untuk mengaktifkan pasar aplikasi pihak ketiga di perangkat mereka. Pertemuan Cook dengan Kishida tampaknya merupakan upaya antisipasi Cook terhadap masalah yang mungkin ditemui App Store di masa depan.
Diketahui pemerintah Jepang menyatakan pada April lalu bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan peraturan baru yang menjamin persaingan yang adil di App Store dan Google Play Store.
Sementara bagi Apple, mereka tengah menghadapi pengawasan ketat atas praktik App Store-nya yang membebankan biaya 30 persen untuk pembayaran dan langganan dan tidak mengizinkan iPhone menggunakan aplikasi dari toko aplikasi pihak ketiga
“Cook meminta Kishida untuk memastikan bahwa peraturan seputar distribusi aplikasi tidak merusak privasi dan keamanan pengguna,” jelas laporan yang mengutip sumber dalam.
Terkait dengan hal ini, baik Apple dan Kantor Perdana Menteri Jepang tidak segera menanggapi permintaan komentar. Meski begitu, selama kunjungan Cook awal bulan ini, Apple mengatakan telah menginvestasikan lebih dari USD 100 miliar atau berkisar Rp 1,5 kuadriliun lebih dalam jaringan pasokan Jepangnya selama lima tahun terakhir.
Pendapatan dari bisnis layanan Apple, termasuk App Store yelah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dilaporkan kalau sekarang pendapatan tersebut mencapai sekitar USD 19 miliar atau setara Rp 296 triliun per kuartal.
(jp)