Wartajakarta.id – Situasi Covid-19 di Tiongkok tak terkendali. Laporan di lapangan menunjukkan kasus Covid-19 dan kematian meroket. Namun pihak otoritas Tiongkok tetap mengklaim kasus masih dapat dikendalikan dan kematian rendah. Tiongkok kini akan berhenti menerbitkan angka kasus Covid-19 harian termasuk angka kematian.
Keputusan Pusat Kesehatan Nasional Tiongkok untuk menghapus jumlah virus harian muncul ketika kasus Covid-19 melonjak di beberapa kota. Pernyataan itu bahkan diumumkan secara resmi.
“Tiongkok tidak akan lagi menerbitkan angka harian untuk kasus dan kematian Covid-19,” kata Komisi Kesehatan Nasional (NHC) seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin (26/12).
Pola itu mengakhiri praktik yang dimulai pada awal 2020. Kota-kota di seluruh Tiongkok kini sedang berjuang dengan kasus virus yang melonjak. Apotek langka obat-obatan, rumah sakit dan krematorium overload setelah Beijing tiba-tiba menghentikan kebijakan nol-Covid awal bulan ini.
Para ahli menilai kasus Covid-19 tidak tercermin secara akurat dalam statistik resmi. Pekan lalu, Tiongkok juga mempersempit kriteria penghitungan kematian akibat Covid-19. NHC tidak memberikan penjelasan atau alasan mengapa angka kasus dan kematian tak lagi dirilis.
“Mulai hari ini, kami tidak akan lagi mempublikasikan informasi harian tentang epidemi tersebut,” kata NHC.
“Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) akan menerbitkan informasi tentang wabah tersebut untuk tujuan referensi dan penelitian,” kata NHC.
Di media sosial Tiongkok, beberapa pengguna menanggapi keputusan NHC dengan sinisme. Mereka menunjuk pada perbedaan yang semakin meningkat antara statistik resmi dan infeksi dalam keluarga dan lingkaran sosial mereka.
“Ini adalah kantor manufaktur statistik palsu terbaik dan terbesar di negara ini,” kata pengguna media sosial.
Definisi Kematian Covid-19 di Tiongkok Berubah
Di bawah definisi baru kematian akibat Covid di Tiongkok adalah hanya mereka yang meninggal karena gagal napas. Mereka yang meninggal disertai Covid-19 tetapi punya riwayat penyerta seperti diabetes dan penyakit lain, dikecualikan dari angka kematian.
Tiongkok mengklaim hanya ada 6 kematian akibat Covid sejak Beijing mencabut sebagian besar pembatasannya. Padahal kondisi krematotrium khusus Covid-19 melaporkan dipenuhi jenazah dan mobil jenazah yang antre.
(jp)