Wartajakarta.id – Penembakan brutal terjadi di kampus University of Virginia (UVA) di Amerika Serikat pada Minggu (13/11) malam. Kejadian itu menyebabkan 3 orang tewas dan 2 lainnya luka-luka.
Polisi menyebutkan bahwa tersangka merupakan sosok bersenjata dan berbahaya. Polisi universitas mengidentifikasi pelakunya ternyata seorang mahasiswa, yakni Christopher Darnell Jones. Korban adalah anggota tim sepak bola.
Situs web atletik UVA mencantumkan Jones sebagai anggota tim sepak bola juga. “Dia memakai jaket burgundy, jeans biru dan sepatu merah dan mengendarai SUV hitam,” kata pihak berwenang seperti dilansir dari Straits Times, Selasa (15/11).
Belum jelas apakah para korban adalah pelajar. Mereka mengatakan pelaku buron, dan beberapa lembaga penegak hukum membantu pencarian Jones. Polisi negara bagian Virginia telah mengerahkan helikopter sebagai bagian dari upaya tersebut.
Mahasiswa Trauma
Email yang dikirim ke badan mahasiswa oleh wakil presiden universitas merekomendasikan agar semua mahasiswa mencari keselamatan dan mengikuti perintah berlindung di tempat, karena situasinya tetap aktif. Mereka merasa trauma.
“Ini adalah insiden traumatis bagi semua orang di komunitas kami, dan kami telah membatalkan kelas hari ini,” kata presiden UVA Jim Ryan dalam sebuah pernyataan.
Senior di universitas dan pemimpin redaksi The Cavalier Daily, surat kabar kampus, Eva Surovell, mengatakan kepada NBC News di Washington bahwa para mahasiswa menanggapi berita itu dengan serius. “Semua orang siaga, semua orang berlindung di tempat, menelepon keluarga, check in, memastikan mereka baik-baik saja,” katanya.
Penembakan itu adalah yang terbaru dalam gelombang kekerasan senjata di perguruan tinggi AS dan kampus sekolah menengah dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, penembakan juga pernah terjadi di sekolah SD di Texas dan menyebabkan belasan pelajar tewas.
(jp)