Putin Siap Negosiasi asal Kiev Akui Wilayah yang Diduduki Moskow
Wartajakarta.id – Per pukul 09.00 GMT atau 16.00 WIB kemarin (6/1), seharusnya ada gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina untuk menghormati perayaan Natal kalangan Kristen Ortodoks yang jatuh hari ini (7/1). Penghentian adu senjata itu dijadwalkan berlangsung sampai pukul 21.00 GMT hari ini atau besok (8/1) dini hari pukul 04.00 WIB.
Tapi, sampai pukul 19.00 WIB tadi malam, kedua pihak masih saling klaim bahwa lawan terus saja melancarkan serangan.
Ukraina menyebut Rusia menyerang Kramatorsk di sebelah timur wilayah mereka. Rusia juga menuding serupa, tapi tak menyebut spesifik wilayah mereka sebelah mana yang diserbu.
Mengutip AFP, Presiden Rusia Vladimir Putin yang memerintahkan gencatan senjata 36 jam selama perayaan Natal. Baik di Rusia maupun Ukraina yang dulu sama-sama berada di bawah payung Uni Soviet, Natal dirayakan pada 7 Januari.
Instruksi itu juga tak lepas dari imbauan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta Pemimpin Kristen Ortodoks Rusia Patriakh Kirill. Instruksi tersebut juga dikeluarkan hanya sehari setelah Rusia mengalami kekalahan terburuk mereka dalam pertempuran di Makiivka, kota di sebelah timur Ukraina yang sebagian dikuasai pasukan pro-Rusia. Kiev menyebut 400 tentara Rusia tewas, bahkan sebagian kalangan di Moskow menyebut jumlahnya bisa lebih tinggi dari itu.
”Mempertimbangkan permintaan Yang Mulia Patriakh Kirill, saya memerintah menteri pertahanan untuk menerapkan gencatan senjata di semua wilayah konflik dengan Ukraina,” kata Putin dalam pernyataan resminya.
Tapi, sedari awal, Ukraina maupun negara-negara yang mendukungnya tak memercayai instruksi itu. ”Rusia harus meninggalkan dulu wilayah yang mereka duduki, baru setelah itu bisa ada perdamaian sementara,” kata Penasihat Presiden Ukraina Mykhailo Podolyak di Twitter akun pribadinya.
Dari Washington DC, Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga senada. ”Dia (Putin) siap menyerang rumah sakit dan gereja pada 25 Desember dan tahun baru. Menurut saya, dia hanya berusaha menghela napas,” kata Biden.
Sejak menginvasi Ukraina pada 24 Februari tahun lalu, Rusia menguasai sebagian wilayah di selatan dan timur Ukraina. Tapi, Ukraina belakangan berhasil mengambil alih sebagian wilayah yang sebelumnya dikuasai lawan tersebut.
Sebelum merilis instruksi gencatan senjata, kepada Erdogan yang menghubunginya lewat telepon, Putin menyebut dirinya bersedia bernegosiasi dengan Ukraina. Syaratnya, Kiev mau mengakui kedaulatan Moskow di wilayah-wilayah yang mereka duduki.
Ukraina hampir pasti akan menolak persyaratan tersebut. Mereka sedang sangat percaya diri dengan kondisi di medan pertempuran. Apalagi, Barat juga berjanji terus mengirimkan bantuan peralatan militer.
AS dan Jerman dalam pernyataan bersama menyebut akan mengirimi Kiev kendaraan tempur buatan Bradley and Marder. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga telah mengumumkan pada Rabu (4/1) lalu pengiriman tank AMX-10 RC. Itu menjadikan Prancis negara pertama yang mengirimkan peralatan militer sejenis itu ke Ukraina.
(jp)