Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: GKB-NU Kecam Intervensi AS di Venezuela, Minta Presiden Prabowo Pimpin Perlawanan Multilateralisme Global
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Dunia > GKB-NU Kecam Intervensi AS di Venezuela, Minta Presiden Prabowo Pimpin Perlawanan Multilateralisme Global
Dunia

GKB-NU Kecam Intervensi AS di Venezuela, Minta Presiden Prabowo Pimpin Perlawanan Multilateralisme Global

Wartajakarta.id 5 Januari 2026
Share
4 Min Read
SHARE

Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) mengecam keras intervensi militer Amerika Serikat terhadap Republik Bolivarian Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional, sekaligus preseden berbahaya yang dapat menghancurkan tatanan dunia berbasis multilateralisme.rnInisiator GKB-NU, Hery Haryanto Azumi, menegaskan bahwa intervensi militer sepihak, apa pun dalihnya, merupakan bentuk arogansi kekuatan (power arrogance) yang mengancam perdamaian global.rn“Ini bukan sekadar persoalan Venezuela. Ini adalah serangan langsung terhadap prinsip kedaulatan negara dan hukum internasional. Jika praktik seperti ini dibiarkan, maka dunia sedang diarahkan menuju hukum rimba, di mana yang kuat bebas menginjak yang lemah,” tegas Hery dalam pernyataannya, Senin (5/1).rnHery menilai langkah Amerika Serikat mencerminkan kecanduan lama menggunakan kekuatan militer sebagai jalan pintas menghadapi negara-negara yang dianggap menentang kepentingan geopolitiknya.rn“Amerika Serikat kembali menunjukkan adiksi pada pendekatan utility over legality. Kepentingan strategis ditempatkan di atas hukum. Ini sangat berbahaya karena membuka pembenaran bahwa segala cara sah dilakukan demi mempertahankan hegemoni,” ujarnya.rnMenurut GKB-NU, dalih historis seperti Doktrin Monroe 1823 dan Koreksi Roosevelt 1904 tidak lagi relevan dan justru memperlihatkan sisa-sisa mental kolonialisme yang bertentangan dengan semangat hubungan internasional modern.rn“Doktrin tersebut bersifat sepihak, usang, dan berbau kolonial. Menghidupkannya kembali sama saja dengan mengubur multilateralisme yang selama ini menjadi fondasi perdamaian dunia pasca-Perang Dunia II,” kata Hery.rnLebih jauh, GKB-NU mengingatkan bahwa tindakan sepihak Amerika Serikat justru menciptakan preseden global yang sangat berbahaya. Negara-negara besar lain dapat menggunakan pola serupa untuk membenarkan intervensi militer di wilayah konflik maupun kawasan strategis.rn“Apa yang dilakukan AS hari ini bisa dijadikan pembenaran oleh Rusia di Ukraina atau Tiongkok di Taiwan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan pola ini digunakan untuk melegitimasi intervensi asing di wilayah kaya sumber daya seperti Aceh dan Papua dengan dalih kemanusiaan atau perlindungan investasi,” ujar Hery.rnIa menegaskan, jika pendekatan semacam ini dinormalisasi, maka tindakan sepihak akan berubah menjadi norma global yang diterima, dan pada akhirnya menghancurkan perdamaian dunia yang selama puluhan tahun berhasil dijaga.rnGKB-NU menilai situasi ini sebagai bukti runtuhnya nilai-nilai multilateralisme dalam hubungan internasional. Oleh karena itu, GKB-NU secara tegas mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil peran kepemimpinan global yang lebih berani dan strategis.rn“Presiden Prabowo harus memimpin konsolidasi Global South. Indonesia memiliki legitimasi historis dan moral untuk itu. Konferensi Asia-Afrika Bandung 1955 dan peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok adalah bukti bahwa Indonesia mampu menjadi penyeimbang kekuatan dunia,” tegas Hery.rnIa mengingatkan bahwa Indonesia pernah menjadi lokomotif pembebasan negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin dari kolonialisme, bahkan menginspirasi lahirnya BRICS.rn“Dunia saat ini kembali dipaksa memilih antara Amerika Serikat atau Tiongkok. Ini berbahaya. Global South tidak boleh terus-menerus dijadikan objek tarik-menarik hegemoni. Indonesia harus hadir menawarkan jalan ketiga melalui multilateralisme sejati,” katanya.rnMenurut GKB-NU, rivalitas AS–Tiongkok telah menyeret dunia ke dalam polarisasi baru antara Blok Establishment dan Blok Resistance, dengan dampak serius terhadap stabilitas geopolitik dan geoekonomi global.rn“Jika tidak ada kekuatan penyeimbang, konflik-konflik regional akan terus membesar dan berpotensi menjadi krisis global. Indonesia bisa dan harus menjadi exit strategy bagi kebuntuan tersebut,” ujar Hery.rnSebagai penutup, GKB-NU menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh diplomasi internasional pemerintahan Presiden Prabowo.rn“Kami siap membantu pemerintah menggalang dukungan ulama, intelektual, publik luas, hingga diaspora Indonesia untuk memperkuat diplomasi internasional Indonesia sesuai amanat Pembukaan UUD 1945: ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” pungkas Hery.

Previous Article GKB-NU Kecam Keras Intervensi Amerika Serikat dan Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Next Article AKBP Boy Jumalolo Resmi Jabat Kapolres Tangsel Gantikan AKBP Victor Inkiriwang
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima
Nasional 6 Oktober 2026
Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Nasional 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten
Nasional 3 Oktober 2026
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI
Nasional 2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya
Nasional 2 Oktober 2026
Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?
Nasional 1 Oktober 2026
Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional 1 Oktober 2026
Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Nasional 1 Oktober 2026
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might Also Like

Jepang Manfaatkan Salju Untuk Hasilkan Listrik

KBRI Doha dan Ortu Anak Berkebutuhan Khusus Gelar Pertemuan

Dua Varian COVID-19 yang Merebak di China Terdeteksi di Malaysia

Penampakan Biden Gelar Rapat Darurat di Bali Soal Ledakan di Polandia

Kecelakaan Maut di Pakistan, 17 Orang Tewas

You Might also Like

Dunia

Rishi Sunak Ganti Semua Kebijakan Liz Truss

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 28 Oktober 2022
Dunia

Ekonomi AS Tumbuh 2,9 Persen, Ancaman Resesi Tetap Ada

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 28 Januari 2023
Dunia

Malaysia Dilanda Banjir Besar, Ini Janji Perdana Menteri Anwar Ibrahim

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 6 Maret 2023
Dunia

Misi Rumah Sakit Lapangan Indonesia di Turki Resmi Berakhir

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 28 Februari 2023
Dunia

Menlu Retno: Presiden Turki Erdogan Apresiasi Bantuan Indonesia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 17 Februari 2023
Dunia

Anwar Ibrahim Tegaskan Tak Pernah Janji Bebaskan Orang yang Berkasus

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 12 Desember 2022
Dunia

Hasil Tes DNA, Potongan Tubuh di Dalam Sup Identik dengan Abby Choi

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 7 Maret 2023
Dunia

Malaysia Dilanda Banjir Bandang, Singapura Bersiap Terkena Dampak

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 7 Maret 2023
Dunia

Kesaksian Tragedi Itaewon, 10.000 Orang Terinjak-injak di Trotoar

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 30 Oktober 2022
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account