Wartajakarta.id – Tiongkok sudah selesai melaksanakan Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis Tiongkok (PKT) beberapa pekan lalu. Presiden Xi Jinping kembali terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral PKT, dan Ketua Komisi Militer Sentral. Kedutaan Besar Tiongkok menyampaikan benang merah dari hasil kongres serta pemikiran Xi Jinping.
Duta Besar Tiongkok Untuk Indonesia H.E. Lu Kang mengatakan Kongres Nasional ke-20 PKT adalah hal paling penting di Tiongkok tahun ini dan disoroti dunia internasional. Kongres memutuskan bahwa mulai sekarang tugas utama PKT adalah memimpin rakyat Tiongkok dari semua kelompok etnis, untuk membangun Tiongkok menjadi negara sosialis modern yang kuat dalam segala hal, mewujudkan Target Seratus Tahun Kedua, dan mendorong kebangkitan bangsa Tionghoa melalui Modernisasi ala Tiongkok.
Pertama, klaimnya, berdasarkan prestasi dan pengalaman 5 tahun terakhir dan khususnya dekade pertama di era baru, kongres membuat rencana strategis untuk pembangunan Tiongkok menjadi negara sosialis modern. Kongres mendorong kebangkitan bangsa Tionghoa, menyusun visi misi makro pembangunan negara sampai tahun 2035 hingga pertengahan abad ini.
“Kongres menjelaskan langkah strategis dan langkah penting yang akan diambil 5 tahun ke depan,” katanya dalam press briefing, Rabu (21/12).
Menurutnya kongres kali ini lebih menonjolkan pekerjaan di 3 aspek, yaitu pendidikan SDM di bidang teknologi, pemerintahan berbasis hukum, dan keamanan nasional. Tentu saja, Kongres juga membuat pedoman dan kebijakan di pembangunan militer, PR di Hong Kong, Macao dan Taiwan, diplomasi luar negeri, serta pengelolaan PKT secara ketat dan komprehensif.
Pemikiran Xi Jinping
Menurut Dubes Lu Kang, Kongres menafsirkan masalah-masalah teoritis termasuk mengadaptasikan prinsip Marxisme dengan konteks Tiongkok dan kebutuhan zaman serta cara mempertahankan dan
mengembangkan sosialisme ala Tiongkok di era baru. Kemudian soal pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme dengan Karakteristik Tiongkok untuk Era Baru terdiri dari dua integrasi, yaitu pertama integrasi Marxisme dengan kondisi nyata di Tiongkok, dan kedua integrasi Marxisme dengan kebudayaan tradisional Tionghoa yang unggul.
“Pemikiran tersebut memperdalam pemahaman tentang hukum pemerintahan Partai Komunis, hukum pembangunan sosialisme, hukum perkembangan masyarakat manusia, dan mencapai keterobosan baru dalam mengadaptasikan Marxisme dengan konteks Tiongkok dan kebutuhan zaman,” jelasnya.
Ia menegaskan pemikiran Xi Jinping menghasilkan 6 keharusan. Semua kebijakan itu antara lain harus mengutamakan rakyat, harus menjaga kepercayaan diri dan berdikari, harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip dasar dan membuka jalan baru, harus mengadopsi pendekatan berorientasi masalah, harus menerapkan pemikiran yang sistematik, harus mempertahankan visi global.
“Terpilihnya kembali bapak Xi Jinping mencerminkan harapan bersama dari seluruh PKT dan rakyat Tiongkok dari semua kelompok etnis, juga membawa ekspektasi stabil kepada dunia bahwa Tiongkok akan mempertahankan jalan sosialisme ala Tiongkok dengan baik,” ujarnya. (*)
(jp)