Wartajakarta.id – Sebanyak 141 jiwa dilaporkan tewas setelah jembatan gantung di Morbi, negara bagian Gujarat, India, ambruk pada Minggu (30/10) sore lalu. Saat kejadian, masyarakat tengah berkerumun merayakan pesta budaya di sana. Tak heran, para korban kebanyakan anak-anak dan perempuan.
Jembatan era kolonial Inggris tersebut saat runtuh baru saja dibuka untuk umum pada 26 Oktober setelah ditutup 7 bulan untuk proses renovasi.
Menteri Dalam Negeri Gujarat Harsh Sanghavi mengatakan Senin (31/10), sekitar 200 orang diperkirakan berada di jembatan di kota Morbi ketika jembatan itu runtuh ke sungai di bawahnya pada Minggu malam. “Sebuah kabel di salah satu ujungnya tampaknya putus,” jelasnya.
Negara bagian Gujarat telah mengajukan tuntutan pidana terhadap badan yang menangani pemeliharaan jembatan sepanjang 230 meter, yang dibangun pada abad ke-19 dan dibuka kembali minggu lalu setelah renovasi.
Foto-foto dari tempat kejadian menunjukkan orang-orang berkumpul di tepi sungai Machchhu di samping jalan yang hancur, yang tergantung pada sudut. Petugas penyelamat dengan perahu karet mencari korban selamat.
“Sebuah komite investigasi khusus beranggotakan lima orang telah dibentuk untuk menyelidiki insiden tersebut,” kata Sanghavi.
Berbicara pada konferensi pers Senin (31/10) dini hari, Sanghavi tidak mengatakan berapa banyak orang yang hilang, tetapi video media sosial menunjukkan puluhan orang terjun bebas ke dalam air setelah jembatan ambruk.
Tayangan TV menunjukkan orang-orang memegang kabel dan sisa-sisa jembatan ketika tim darurat mencoba menjangkau mereka. Beberapa orang memanjat bangunan yang rusak untuk mencapai tepi sungai, sementara yang lain berenang ke tempat yang aman.
Anak-anak termasuk di antara mereka yang tewas, kata anggota parlemen Mohanbhai Kalyanji Kundariya kepada stasiun TV setempat, NDTV. Pejabat senior polisi Ashok Yadav mengatakan tujuh dari yang terluka masih di rumah sakit, sementara 56 orang telah dipulangkan setelah mendapat perawatan.
Keluarga para korban akan menerima kompensasi dari Dana Bantuan Nasional menurut Perdana Menteri India Narendra Modi. Dia mengatakan hatinya dipenuhi dengan cinta dan bersama keluarga mereka yang menderita.
“Pemerintah negara bagian telah membentuk komite untuk menyelidiki insiden itu. Saya meyakinkan rakyat bahwa tidak akan ada kekurangan dalam upaya bantuan dan penyelamatan,” kata Modi.
(jp)