Wartajakarta.id – Sejumlah laporan media asing menyebutkan Tiongkok sedang dilanda situasi darurat Covid-19. Angka kematian bertambah 5 jiwa pada Selasa (20/12) sementara rumah sakit dipenuhi pasien. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menengarai laporan itu benar adanya.
“Rumah sakit di Tiongkok tampaknya penuh di tengah kekhawatiran tentang gelombang baru Covid-19 yang melanda negara itu,” kata Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Michael Ryan seperti dilansir dari BBC, Kamis (22/12).
Ia mengatakan, unit perawatan intensif (ICU) sibuk meskipun pejabat mengatakan jumlahnya relatif rendah. Tiongkok juga belum mengumumkan update terbaru berapa angka kematian kasus Covid-19 di sana.
Dalam beberapa hari terakhir rumah sakit di Beijing dan kota-kota lain telah terisi karena gelombang Covid-19 terbaru. Sejak 2020, Tiongkok telah memberlakukan pembatasan kesehatan yang ketat sebagai bagian dari kebijakan nol Covid-nya. Namun Presiden Xi Jinping akhirnya mencabut kebijakan itu. Setelah dicabut karena kebijakan itu diprotes, jumlah kasus melonjak.
Angka kematian lansia sangat rentan. Meski meningkat, angka resmi menunjukkan hanya 5 orang meninggal akibat Covid pada Selasa dan 2 pada Senin. “Semua orang yang saya kenal sedang demam,” tuturnya.
Ryan mendesak Tiongkok untuk memberikan lebih banyak informasi tentang penyebaran virus terbaru. Ia curiga dengan laporan Tiongkok yang berbeda dengan fakta.
“Di Tiongkok apa yang dilaporkan adalah jumlah kasus yang relatif rendah di ICU, tetapi secara anekdot ICU sedang penuh. Kami telah mengatakan ini selama berminggu-minggu bahwa virus yang sangat menular ini akan selalu sangat sulit untuk dihentikan sepenuhnya, hanya dengan langkah-langkah kesehatan masyarakat dan sosial,” tuturnya.
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dia sangat prihatin dengan situasi yang berkembang di Tiongkok. Dia meminta data spesifik tentang tingkat keparahan penyakit, penerimaan rumah sakit dan persyaratan perawatan intensif.
Ryan menambahkan bahwa vaksinasi adalah strategi paling efektif. Tiongkok telah mengembangkan dan memproduksi vaksinnya sendiri yang digunakan di sebagian besar dunia.
Di Jakarta, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia H.E. Lu Kang mengakui memang ada penyesuaian kebijakan protokol kesehatan di Tiongkok. Namun ia meminta semua media untuk mengutip informasi resmi dari pemerintah bukan berita yang beredar.
(jp)