Konflik kemanusiaan yang terjadi di jalur Gaza dan Tepi Barat menyisakan pilu yang mendalam bagi rakyat Palestina. Ribuan orang wafat dan korban jiwa terus bertambah akibat konflik ini.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum muslimin yang wafat atau syuhada pada kejadian konflik kemanusiaan di Palestina, Kemenag Tangsel menggelar sholat ghaib di masjid Khodimul Ummah Kantor Kemenag Tangsel, Senin sore (06/11/2023). Dipimpin langsung oleh Kepala Kantor, Dedi Mahfudin, sholat ghaib diikuti dengan khusyu’ oleh seluruh pegawai kantor.
Sholat ghaib juga digelar di seluruh KUA dan Madrasah Negeri di lingkungan kantor Kemenag Tangsel.
Sebelumnya himbauan pelaksanaan sholat ghaib telah diserukan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang mengajak umat Islam untuk menggelar salat ghaib untuk masyarakat Palestina yang menjadi korban agresi Israel. Ajakan ini diserukan Menag saat menyampaikan orasi dalam Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina di Monas, Jakarta.
“Kita semua berkumpul di sini karena kita mencintai bangsa Palestina, karena kita mencintai rakyat Palestina. Oleh karena itu saya hanya ingin mengajak Bapak Ibu sekalian, semua saudara-saudara saya untuk bersama-sama melakukan salat gaib untuk para syahid yang menjadi korban agresi Israel di Palestina,” ajak Menag, Ahad (05/11/2023).
Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Dedi Mahfudin, mengungkapkan bahwa pelaksanaan sholat ghaib ini merupakan bentuk keprihatinan dan duka mendalam atas syahidnya muslim Palestina.
“Sebagai bentuk kepedulian dengan sesama umat Islam sekaligus mendoakan kaum muslimin yang menjadi korban wafat pada kejadian konflik kemanusiaan di Palestina,” ujarnya usai melaksanakan sholat ghaib.
Kepala Kantor mengajak seluruh masyarakat untuk terus memanjatkan doa agar Palestina segera mendapatkan keadilan dan kemerdekaannya.
“Sekaligus mendoakan agar bangsa Palestina segera mendapatkan kedamaian, keadilan, dan kemerdekaannya,” tutupnya. (afm/fid)