Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Kemenkes RI Luncurkan Gerakan Perubahan Budaya Kerja
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Nasional > Kemenkes RI Luncurkan Gerakan Perubahan Budaya Kerja
Nasional

Kemenkes RI Luncurkan Gerakan Perubahan Budaya Kerja

Wartajakarta.id 20 Februari 2024
Share
7 Min Read
SHARE

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan transformasi kesehatan melalui enam pilar transformasi kesehatan sejak 2021. Sejak transformasi Kemenkes telah mencapai banyak hal seperti penemuan kasus tuberkulosis (TB).

Capaian tersebut didukung oleh transformasi organisasi dan budaya kerja yang dilakukan oleh Internal Transformation Office sejak awal 2022. Tugas utama Internal Transformation Office, yakni melakukan perubahan budaya kerja agar pelaksanaan transformasi kesehatan dapat dilakukan berkesinambungan.

Transformasi organisasi dan budaya kerja ini berlanjut pada 2024. Tahun ini, Kemenkes mencanangkan periode akselerasi transformasi internal melalui sembilan program akselerasi.

Dua program di antaranya program perubahan budaya kerja dan rebranding identitas kemenkes yang diluncurkan di halaman kantor Kementerian Kesehatan, Senin (19/2/2024).

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menyampaikan, transformasi organisasi dan budaya kerja sebagai pilar ketujuh transformasi kesehatan merupakan transformasi untuk internal Kemenkes dan bukan untuk umum. Transformasi internal ini demi menciptakan kualitas insan Kemenkes yang hebat sehingga tujuan dan cita-cita bangsa dapat terwujud.

Menkes mengatakan, perubahan sistem budaya harus dimulai dan dibangun karena budaya kerja sangat penting untuk menjadikan insan Kemenkes hebat sehingga transformasi kesehatan dapat dilakukan.

“Nah, untuk bisa mengubah kualitas seseorang mesti dibangun sistem budaya yang hebat yang canggih, yang tangguh. Tidak mungkin cita-cita kita dapat tercapai, Indonesia bisa maju, Indonesia Sehat kalau kemenkesnya orang-orangnya nggak hebat,” kata Menkes Budi.

Menkes Budi melanjutkan, perubahan budaya kerja memang tidak mudah dan butuh waktu yang lama. Upaya mengajarkan budaya baru tidak dapat hanya melalui spanduk atau buku, melainkan harus menumbuhkan keinginan dalam hati insan Kemenkes. Karena itu, proses mengajarkan budaya di Kemenkes harus berbeda, yakni tidak hanya memberikan pelajaran untuk diingat tetapi juga menyentuh hati. Untuk itu, budaya harus dapat dicontohkan oleh atasan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sama dengan kita sebagai orang tua mencontohkan kepada anak-anak kita dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, gurunya adalah orang tua atau atasannya,” lanjut Menkes Budi.

Menkes Budi mengatakan, upaya membangun perubahan budaya kerja dapat dimulai dari ritual-ritual yang mudah seperti eksekusi yang efektif. Menkes menambahkan, budaya, termasuk budaya organisasi, juga memiliki ritual.

“Kalau meeting nggak usah lama-lama, ritual kita mulai dari itu. Kalau meeting, Kemenkes satu jam, lebih dari sejam udah lama. Meeting harus jelas apa yang mau dicapai, tindak lanjutnya mesti jelas tugasnya apa dan dikasih ke siapa, deadline-nya kapan. Perubahan dimulainya dari yang gampang-gampang. Ritual-ritual itulah yang harus dilakukan untuk membangun suatu budaya,” Kata Menkes Budi.

Menkes Budi juga menyampaikan budaya kerja membutuhkan simbol yang merefleksikan budaya itu sendiri. Untuk itu, Kemenkes mengubah logo untuk menyatukan semua insan Kemenkes.

Menkes Budi menjelaskan Kemenkes juga akan memberlakukan penilaian untuk mengukur keberhasilan perubahan budaya. Penilaian ini akan dilakukan oleh orang sekitar, yakni atasan, bawahan, dan rekan sejawat, serta memiliki ciri khasnya sendiri.

Menkes menutup sambutannya dengan menitipkan pesan agar insan Kemenkes menjalankan budaya kerja yang baik dan menularkan budaya kerja positif. Ia kembali mengingatkan budaya kerja sangat penting karena menumbuhkan semangat dan energi. Selain itu, budaya kerja juga memiliki sifat memproteksi agar suatu lingkungan tidak berubah begitu saja, terutama ke arah yang tidak baik.

“Saya nanti akan lihat bagaimana orang-orangnya, perubahan hatinya perubahan mindset-nya dan perubahan layanannya ke masyarakat,” Tutup Menkes Budi.

Peluncuran budaya kerja dan rebranding identitas Kemenkes yang dilakukan saat ini bertujuan menyeragamkan identitas bagi seluruh entitas Kemenkes dari pusat sampai dengan UPT. Harapannya, seluruh unit kerja menampilkan identitas yang sama sebagai simbol semangat dan spirit transformasi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) RI Kunta Wibawa dalam kegiatan peluncuran budaya kerja tersebut menyampaikan, peluncuran gerakan perubahan budaya kerja dan rebranding identitas Kemenkes bertujuan mendorong terciptanya budaya kerja baru yang lebih efektif, efisien, inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pelayanan.

“Reformasi birokrasi telah dilaksanakan di Kemenkes dengan berbagai upaya agar Kemenkes menjadi lebih adaptif dan cepat dalam proses pelayanan serta pengambilan keputusan, ini yang penting bagi kita untuk melayani masyarakat,” kata Sekjen Kunta.

Sekjen Kunta melanjutkan, Kemenkes mengimplementasikan percepatan reformasi birokrasi melalui enam pilar transformasi kesehatan, yakni transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan. Namun, pilar terpenting adalah pilar ketujuh yang berlaku untuk internal Kemenkes, yakni transformasi organisasi dan budaya kerja.

Sekjen Kunta menjelaskan transformasi internal ini juga dilakukan melalui penguatan nilai-nilai dasar ASN Ber-Akhlak yang terus-menerus melakukan perbaikan dan perubahan. “Reformasi dari pilar ketujuh memang harus terus-menerus dilakukan, tidak boleh berhenti, dan inovasi dan perubahan itu akan sangat dinamis. Harapannya agar satu tujuannya sama, yaitu Kemenkes Hebat Indonesia Sehat,” lanjut Sekjen Kunta.

Upaya Kemenkes melakukan perubahan budaya kerja salah satunya merancang inisiatif kampanye perubahan budaya kerja berbasis budaya Ber-Akhlak yang berfokus pada tiga komponen perilaku, yaitu eksekusi efektif (effective execution), cara kerja baru (new ways of working), dan pelayanan unggul (service excellent).

Sekjen Kunta juga menyampaikan, kegiatan peluncuran gerakan perubahan budaya kerja dirangkaikan dengan peresmian lantai 2 gedung Adhyatma yang telah direnovasi dengan mengusung desain yang unik, yaitu kantor Ber-Akhlak yang merupakan workspace terbuka dan tanpa sekat.

“Desain kantor Ber-Akhlak, workspace ini diharapkan dapat menumbuhkan inspirasi pegawai dalam perubahan fundamental pola pikir dan sikap mental ASN Kemenkes yang tadinya hierarkis dan cenderung terkotak-kotak menjadi lincah inovatif dan kolaboratif,” kata Sekjen Kunta.

Sekjen Kunta mengatakan, perubahan budaya kerja ini dilakukan secara bertahap. Workspace tanpa sekat pada gedung baru Adhyatma merupakan salah satu upaya perubahan budaya kerja agar tidak ada sekat di antara para pegawai sehingga mereka leluasa untuk menyampaikan aspirasinya.

Adanya peluncuran perubahan budaya kerja diharapkan dapat memacu para insan Kemenkes melakukan perubahan budaya kerja, termasuk perubahan perilaku diri sendiri agar dapat mencapai kebutuhan, keinginan, dan tujuan organisasi.

 

Previous Article Polres Tangsel Bakal Gelar Perkara Kasus Bullying di Sekolah Elite di Serpong
Next Article Viral Video Pencurian Lampu di Taman Kelapa Gading, Polisi Turun Tangan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima
Nasional 6 Oktober 2026
Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Nasional 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten
Nasional 3 Oktober 2026
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI
Nasional 2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya
Nasional 2 Oktober 2026
Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?
Nasional 1 Oktober 2026
Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional 1 Oktober 2026
Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Nasional 1 Oktober 2026
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might Also Like

Difasilitasi Syarikah, Jemaah Haji Tidak Dipungut Biaya Kunjungi Destinasi Ziarah di Madinah

Terima Mufti Kroasia, Wamenag omo Syafi’i Bahas Perkembangan Dunia Islam

Matangkan Persiapan KTT G20, Presiden Jokowi Gelar Rapat Bersama Kabinetnya

Kondisi Terkini Jordi Amat, Tulang Kecil di Sebelah Hidung Patah

Tinjau Pasar Soponyono Surabaya, Presiden Jokowi: Harga Pangan pada Kondisi Baik

You Might also Like

Nasional

Tim Kesehatan Daker Makkah Siapkan 6 RS Rujukan untuk Jemaah Haji Indonesia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 2 Juni 2023
Nasional

Tinjau Panen Raya Di Maros, Presiden Jokowi: Surplus Bisa Dibawa ke Daerah Lain

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 30 Maret 2023
Nasional

Menhan Prabowo Subianto Resmikan Ruang Makan Husein Akmil Magelang

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 9 November 2023
Nasional

Prevalensi Stunting di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4%

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 27 Januari 2023
Nasional

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono: Tingkatkan Kualitas Layanan Rujukan Melalui Standarisasi Rumah Sakit

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 19 Oktober 2022
Nasional

Lewat CKG dan Kader Kesehatan, Pemerintah Percepat Penanggulangan TBC di Indonesia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 29 Mei 2025
Nasional

Pelantikan HIPMI 2022-2025, Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Membangun Ekosistem Usaha

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 20 Februari 2023
Nasional

Hadiri ALM, Presiden Jokowi Sampaikan Sejumlah Prioritas Kerja Sama dengan Australia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 4 Juli 2023
Nasional

Menkes Budi G Sadikin Titipkan Tiga Pesan di Ulang Tahun RSCM ke-104

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 27 November 2023
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account